PROBOLINGGO – Empat santri SPM HAMIM Al-Mashduqiah kembali menorehkan prestasi gemilang pada jalur UMPTKIN 2025.
Mereka sukses diterima di program studi keagamaan unggulan pada universitas Islam negeri ternama di Indonesia.
Keempat santri tersebut adalah Khahista Kartika Putri, Dewi Fatmawati, Anisasi Qonitatillah, dan Eliana Rosita.
Khahista dan Anisasi diterima di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sementara Dewi dan Eliana lolos ke UIN KHAS Jember.
“Saya sangat bersyukur bisa diterima di kampus impian melalui jalur UMPTKIN,” ujar Eliana Rosita.
Ia juga menambahkan, banyak Terima kasih kepada para guru dan lembaga yang telah mendampingi sejak awal, hingga lolos dan diterima.
“Tanpa bimbingan mereka, saya tidak yakin bisa mencapai tahap ini,” ungkapnya haru.
Kepala SPM HAMIM Al-Mashduqiah, Ustaz Hasyim, menyebut keberhasilan ini buah kerja keras seluruh elemen pendidikan.
“Ini bukan hanya prestasi individu, tetapi keberhasilan bersama seluruh keluarga besar pesantren,” tuturnya.
Sebelumnya, lima santri lainnya lolos lewat jalur SNBT ke kampus-kampus ternama seperti Unej dan UIN Sumatera Utara.
Total sembilan santri kelas akhir diterima di perguruan tinggi bergengsi nasional lewat dua jalur seleksi berbeda.
Capaian ini memperkuat bukti kualitas lulusan pesantren muadalah yang mampu bersaing secara nasional.
Kurikulum integratif yang menggabungkan pendidikan umum dan agama menjadi kekuatan utama lembaga ini.
SPM HAMIM Al-Mashduqiah juga berlandaskan UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang menjamin legalitasnya.
Dengan sistem itu, santri tidak hanya religius, tetapi juga cerdas, mandiri, dan siap menghadapi tantangan akademik.
Lembaga ini terus berkomitmen mencetak generasi yang kuat secara ilmu, akhlak, dan semangat juang.
Prestasi ini menjadi penegasan bahwa ijazah muadalah setara dan relevan di dunia pendidikan tinggi nasional.