JEMBER – Universitas Jember (Unej) mengungkapkan adanya praktik kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun ini.
Wakil Rektor I Unej, Slamin, menyatakan bahwa kecurangan melibatkan tenaga honorer dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej.
Pelaku diketahui berjenis kelamin laki-laki dan telah bekerja sebagai tenaga honorer selama delapan tahun di lingkungan kampus.
Modus kecurangan dilakukan dengan memasang perangkat proxy untuk melakukan remote access ke komputer peserta ujian UTBK SNBT.
Perangkat tersebut memungkinkan akses jarak jauh terhadap komputer peserta ujian oleh pihak luar, tanpa sepengetahuan peserta maupun panitia.
Perangkat yang digunakan berupa dua mini PC, satu router, dan UPS, disamarkan dalam kardus printer dan disembunyikan di atas lemari.
Untuk mengelabui petugas, kardus berisi perangkat itu diapit oleh dua printer agar terlihat seperti peralatan biasa di ruangan ujian.
Kecurangan terbongkar pada hari kedua pelaksanaan UTBK setelah panitia menemukan kejanggalan dan melakukan penelusuran lebih lanjut.
Hasil investigasi menunjukkan bahwa perangkat proxy itu telah dipasang sejak Oktober 2024, jauh sebelum pelaksanaan tes.
Pihak kampus langsung mengambil tindakan tegas dengan memecat pelaku dan mendiskualifikasi peserta yang komputer ujinya terhubung ke perangkat tersebut.
Unej menyatakan komitmennya menjaga integritas seleksi masuk perguruan tinggi dan menyerahkan penanganan lanjutan kepada panitia pusat.
Koordinasi dengan panitia SNPMB pusat terus dilakukan untuk memastikan seluruh proses seleksi tetap jujur dan transparan.