JEMBER – Seorang pegawai Universitas Jember (Unej) terlibat kasus kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025. Kasus ini menggemparkan lingkungan kampus dan masyarakat pendidikan.
Kecurangan terbongkar setelah panitia UTBK menemukan perangkat mencurigakan yang digunakan untuk remote access di salah satu lokasi ujian di Kampus Unej.
Ketua Pusat UTBK SNBT Unej, Prof. Slamin, mengatakan pihaknya sudah lama mencurigai adanya manipulasi yang melibatkan perangkat tambahan pada komputer peserta ujian.
“Setelah kami telusuri, ditemukan alat proxy tersembunyi yang diduga kuat digunakan untuk membantu peserta secara ilegal,” ujar Prof. Slamin.
Investigasi dilakukan pada 24 April 2025 dan menemukan dua mini PC, satu router, serta satu UPS yang tersembunyi dalam kardus printer di atas lemari.
Perangkat tersebut sengaja disamarkan dengan meletakkannya di antara dua printer lain agar tidak mencolok saat pemeriksaan lokasi.
Panitia UTBK langsung mengamankan alat tersebut dan melakukan pelacakan. Hasilnya, seorang pegawai Unej teridentifikasi sebagai pelaku utama.
Identitas pegawai belum dirilis ke publik, namun pihak universitas memastikan pelaku telah dikenai sanksi disiplin sesuai prosedur kepegawaian.
“Kami menyesalkan kejadian ini dan tidak menoleransi segala bentuk kecurangan,” pernyataan resmi Unej yang diterima media, Selasa malam.
Ketua Pelaksana SNPMB juga menyatakan kecaman keras terhadap praktik kecurangan ini dan menuntut penyelidikan menyeluruh terhadap semua lokasi ujian.
“Integritas seleksi nasional harus dijaga. Ini mencoreng kredibilitas sistem yang seharusnya adil,” tegasnya dalam siaran pers resmi.
Sebagai langkah pencegahan, Unej memperketat pengawasan sistem komputer dan trafik jaringan di seluruh lokasi UTBK SNBT 2025.
Universitas Jember menyatakan komitmennya menjaga integritas seleksi serta menjadikan insiden ini sebagai pelajaran penting untuk ke depan.