Warga Keluhkan Jalan Tol, Pemkab Sebut Akan Diperbaiki Jasamarga Usai Pembangunan

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo akhirnya memberikan tanggapan atas keluhan warga Dusun Krajan, Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, yang terdampak proyek pembangunan jalan tol.

Warga setempat sebelumnya mengeluhkan kerusakan jalan, polusi debu, serta saluran air yang ambruk dan belum diperbaiki, meskipun perbaikan tersebut dijanjikan rampung pada Agustus lalu.

Dalam tanggapan yang diberikan melalui akun Instagram resmi Pemkab Probolinggo, pihak pemerintah menyatakan bahwa perbaikan akan dilakukan oleh Jasamarga setelah proyek jalan tol selesai.

“Penjabat (Pj) Bupati sudah menjelaskan dalam berita-berita kami bahwa nantinya perbaikan akan dilakukan oleh pihak Jasamarga setelah proyek selesai,” tulis Pemkab Probolinggo dalam tanggapannya.

Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya menenangkan warga yang masih menghadapi dampak negatif dari proyek tersebut.

Warga, terutama yang tinggal di sekitar SDN Sentong, mengeluhkan kerusakan jalan yang menghambat akses menuju sekolah, serta debu yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Dampak proyek ini sangat mengganggu kehidupan kami. Jalan rusak, debu di mana-mana, dan saluran air yang ambruk semakin memperburuk keadaan,” kata Slamet, salah satu warga Dusun Krajan.

Ia juga mengungkapkan kesulitan yang dialami anak-anak dalam menempuh perjalanan ke sekolah melalui jalan yang rusak setiap hari.

“Kami berharap ada solusi sementara agar kegiatan warga, khususnya akses pendidikan, tidak terganggu,” tambahnya.

Sebagai tanggapan, Pemkab Probolinggo mengimbau warga untuk terus memantau informasi melalui media sosial resmi pemerintah dan berkomunikasi dengan pemerintah desa terkait langkah-langkah yang akan diambil.

Mereka juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan aplikasi Laporkanda, platform yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi langsung kepada pimpinan daerah.

Namun, warga masih menuntut tindakan nyata dan solusi yang lebih cepat agar kehidupan mereka tidak terganggu dan roda perekonomian tetap berjalan.

“Kami sudah terlalu lama menunggu tanpa kepastian. Kami ingin perbaikan dilakukan segera,” tegas Slamet.

Hingga saat ini, kerusakan jalan dan saluran air yang ambruk masih menjadi masalah yang belum terselesaikan, bahkan menimbulkan genangan air di beberapa titik.

“Masyarakat berharap Pemkab dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar kehidupan kembali normal, ekonomi tetap berjalan, dan lingkungan terjaga,” pungkas Slamet.