PROBOLINGGO – Warga Dusun Krajan, Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, terus dirundung keresahan akibat dampak proyek jalan tol yang hingga kini belum rampung.
Janji pihak proyek tol dan pemerintah untuk memperbaiki jalan rusak serta fasilitas lain yang dijanjikan akan selesai pada Agustus lalu, hingga kini belum terealisasi.
Kondisi jalan yang rusak parah dan polusi debu yang menyelimuti kawasan permukiman terus memunculkan keluhan dari warga.
Selain itu, selokan yang ambruk sejak beberapa waktu lalu juga belum diperbaiki, semakin memperburuk kualitas lingkungan di daerah tersebut.
Salah satu titik dampak paling serius adalah di sekitar SDN Sentong, di mana akses jalan bagi murid dan guru terganggu, bahkan menghambat kegiatan belajar mengajar.
“Tentu hal ini sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga sekitar. Debu dan jalan rusak menjadi masalah utama selama proses pembangunan tol,” ujar Slamet, salah satu warga Dusun Krajan.
Slamet mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respons dari pihak terkait.
“Jalan yang rusak membuat kendaraan sulit melintas. Rumah-rumah penuh debu, bahkan beberapa tembok retak akibat getaran dari alat berat dan truk besar yang melintas setiap hari. Kami sudah terlalu lama menunggu tanpa kepastian kapan perbaikan akan dilakukan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti dampak serius terhadap pendidikan anak-anak di wilayah tersebut. “Di sini ada sekolah, SDN Sentong, yang setiap hari dilewati guru dan murid.
Kondisi seperti ini sangat mengganggu pendidikan mereka. Kami hanya meminta kepastian kapan jalan ini akan diperbaiki,” tambahnya.
Warga mendesak pemerintah dan pihak proyek jalan tol untuk segera memberikan solusi konkret.
Dampak berkepanjangan dari proyek ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat.
Mereka meminta kepastian mengenai jadwal perbaikan jalan dan penanganan selokan ambruk yang telah menyebabkan genangan air di beberapa titik.
Hingga berita ini ditulis, pihak proyek tol maupun pemerintah belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan warga.
Warga berharap suara mereka didengar dan segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
Mereka tidak hanya menuntut janji, tetapi juga tindakan yang mampu memulihkan kenyamanan dan keamanan wilayah mereka.