BONDOWOSO – Peredaran rokok ilegal terus menjadi perhatian serius karena dampaknya yang buruk bagi negara dan masyarakat luas. Rokok ilegal merugikan pemerintah serta membahayakan kesehatan masyarakat.
Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bondowoso, Ali Djunaidi, menjelaskan bahwa pihaknya rutin menggelar operasi gabungan. Langkah ini bertujuan mencegah peredaran rokok ilegal yang kian marak di wilayah tersebut.
“Kami tidak hanya melakukan operasi gabungan, tetapi juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya rokok ilegal,” ujar Ali Djunaidi pada Senin (18/11/2024).
Ia menekankan bahwa pemberantasan rokok ilegal harus dimulai dari pemahaman dan kesadaran masyarakat. Pemahaman ini mencakup dampak buruk rokok ilegal terhadap kesehatan, ekonomi, dan konsekuensi hukumnya.
“Rokok ilegal ini tidak hanya merugikan pemerintah dari segi penerimaan pajak, tetapi juga membahayakan kesehatan karena kualitasnya tidak terjamin,” imbuhnya.
Satpol PP Bondowoso bekerja sama dengan Bea Cukai Jember dalam operasi gabungan tersebut. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terkait aturan barang kena cukai, khususnya produk rokok.
Ali Djunaidi berharap langkah ini mampu menggugah kesadaran pedagang dan masyarakat untuk mematuhi aturan cukai. “Kami ingin semua pihak memahami bahwa rokok ilegal berdampak negatif bagi semua,” katanya.
Menurutnya, pemberantasan rokok ilegal memerlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Tanpa kerja sama yang baik, upaya ini akan sulit membuahkan hasil maksimal.
“Tanpa kerja sama dan sinergi yang kuat, memberantas peredaran rokok ilegal akan menjadi tantangan besar bagi semua pihak,” tambahnya tegas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Satpol PP berkomitmen bekerja sama dengan Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya. Sosialisasi kepada pelaku usaha pun terus dilakukan.
Ali Djunaidi menekankan pentingnya cukai rokok sebagai salah satu sumber pendapatan negara. Pendapatan ini mendukung program pembangunan, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
“Dengan adanya rokok ilegal, penerimaan negara berkurang. Hal ini tentu memengaruhi anggaran untuk program-program penting tersebut,” jelasnya menutup pernyataan.
Melalui operasi gabungan dan sosialisasi yang berkelanjutan, diharapkan peredaran rokok ilegal di Bondowoso dapat ditekan secara signifikan. Semua pihak diimbau turut berperan aktif dalam upaya ini.