BONDOWOSO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Bea Cukai Jember melaksanakan operasi gabungan guna menekan peredaran rokok ilegal, Rabu (11/9/2024).
Operasi tersebut digelar secara menyeluruh di sejumlah toko yang berada di Kecamatan Tegalampel. Menariknya, dalam kegiatan tersebut tim gabungan tidak menemukan adanya rokok ilegal yang beredar di pasaran.
“Operasi ini bertujuan untuk menekan angka peredaran rokok ilegal di Kabupaten Bondowoso yang akhir-akhir ini masih ditemukan di beberapa lokasi,” ujar Sekretaris Satpol PP, Ali Djunaidi.
Menurut Ali, kegiatan ini dijalankan dengan pendekatan humanis dan penuh kesantunan. “Kami mendatangi para pemilik toko dengan cara yang baik, agar tidak ada pihak yang merasa terganggu,” tuturnya.
Ali menambahkan bahwa operasi semacam ini lebih banyak dilakukan dibandingkan dengan kegiatan sosialisasi sepanjang tahun 2024. Hal tersebut demi mencapai hasil yang lebih optimal.
“Untuk tahun ini, frekuensi operasi ditingkatkan karena kami melihat metode ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar sosialisasi biasa,” jelas Ali dengan tegas.
Keberhasilan operasi tersebut terlihat dari semakin menurunnya temuan rokok ilegal di sejumlah toko. Hal ini menjadi bukti bahwa peredaran rokok ilegal mulai dapat dikendalikan.
“Jika hasil operasi semakin jarang menemukan rokok ilegal, artinya peredaran di wilayah Bondowoso sudah mengalami penurunan yang signifikan,” ungkap Ali lebih lanjut.
Satpol PP dan Bea Cukai berkomitmen untuk tidak memberi ruang gerak bagi pelaku yang berusaha memperjualbelikan rokok ilegal di Kabupaten Bondowoso. Langkah ini akan terus dipertahankan.
“Kami akan memastikan tidak ada celah bagi peredaran rokok ilegal di sini. Ini demi menjaga ketertiban dan menghindarkan kerugian bagi negara,” tegasnya.
Selain itu, operasi gabungan ini juga disertai dengan edukasi kepada masyarakat. Penyadaran mengenai bahaya rokok ilegal menjadi fokus utama dalam upaya ini.
“Masyarakat perlu tahu bahwa rokok ilegal merugikan banyak pihak, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan. Karena itu, edukasi terus kami sampaikan,” pungkas Ali Djunaidi.diiringi dengan pemberian edukasi kepada masyarakat.