JEMBER – Jember Financial Expo (JFE) 2024 resmi digelar dengan berbagai acara yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pada Sabtu (3/11/2024).
Kepala OJK Kabupaten Jember, Mohammad Mufid, meresmikan Jember Financial Expo 2024 dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan dengan tema “Akses Keuangan Inklusif, Wujudkan Masyarakat Produktif.”
“Jember Financial Expo ini kami jadikan momentum penting untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat,” ujar Mohammad Mufid saat pembukaan acara.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 ditargetkan mencapai 5,2 persen. Secara spasial, triwulan II-2024 menunjukkan pertumbuhan positif di semua wilayah, terutama di Pulau Jawa.
“Pulau Jawa menyumbang 57,04 persen ekonomi nasional dengan pertumbuhan 4,92 persen dibandingkan tahun lalu,” jelas Mufid, mengutip data pertumbuhan ekonomi nasional.
Mufid menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan akses layanan keuangan yang merata, agar peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara adil.
“Kita butuh pemerataan layanan keuangan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tambahnya. OJK terus berupaya untuk mewujudkan hal ini melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Berdasarkan survei SNLIK 2024, indeks literasi keuangan Indonesia tercatat sebesar 65,43 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 75,02 persen.
“Masih ada gap antara literasi dan inklusi keuangan, yang menandakan masyarakat belum sepenuhnya paham produk keuangan,” ujarnya, menyoroti tantangan tersebut.
Dalam rangka mengatasi kesenjangan ini, OJK telah menggelar 55 kegiatan literasi untuk berbagai kelompok masyarakat, termasuk UMKM dan pelajar, dengan total peserta mencapai 41.148 orang.
“Kami juga menjalankan program KEJAR untuk mendorong budaya menabung sejak dini. Pencapaian tahun ini sekitar 23.000 rekening pelajar,” ungkap Mufid.
Selain itu, program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) telah dijalankan di Desa Puger Kulon, Jember, untuk memberdayakan potensi ekonomi desa melalui inklusi keuangan.
“EKI bertujuan untuk menggerakkan pembangunan ekonomi desa secara masif,” kata Mufid. Program ini melibatkan edukasi bagi pelajar, UMKM, dan kelompok masyarakat desa.
Sebagai bagian dari program GENCARKAN, OJK menargetkan indeks inklusi keuangan nasional mencapai 95% pada 2029 guna mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.