OJK Jember Dorong ASN Menjadi Agen Literasi Keuangan, Tekan Kasus Investasi Ilegal

OJK Jember gelar literasi keuangan untuk ASN (Foto: Istimewa)
OJK Jember gelar literasi keuangan untuk ASN (Foto: Istimewa)

JEMBER – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Langkah ini diambil untuk menekan kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan yang terungkap dalam hasil Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024.

Melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Jember, OJK Jember bekerja sama dengan Bidang Perekonomian dan BKPSDM menggelar talkshow bertema “Cerdas Kelola Keuangan Menuju Financial Freedom.”

Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di Aula BKPSDM Kabupaten Jember, pada Senin 14 Oktober 2024.

“ASN merupakan pionir yang berperan penting dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ujar Kepala OJK Jember, Mohammad Mufid.

Menurutnya, ASN bisa membantu masyarakat memahami produk dan layanan keuangan yang tepat dan aman.

Dalam sambutannya, Mufid memberikan empat langkah utama dalam pengelolaan keuangan pribadi. Pertama, buat perencanaan keuangan yang matang. Kedua, bijak dalam menggunakan fasilitas pinjaman. Ketiga, pahami jenis investasi yang sesuai. Dan keempat, siapkan dana darurat serta dana pensiun.

OJK Jember mencatat, selama semester pertama 2024, terdapat 5.025 permintaan laporan debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Laporan tersebut bisa diakses secara daring melalui www.idebku.ojk.go.id atau dengan mengunjungi Kantor OJK Jember.

Mufid juga menekankan pentingnya memahami produk fintech.

“Penggunaan fintech harus disesuaikan dengan kemampuan membayar. Ini penting agar kualitas kredit yang tercatat dalam laporan SLIK OJK tetap terjaga,” tegas Mufid.

Asisten III Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Jember, Harry Agustriono, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia menyatakan apresiasinya kepada OJK Jember atas inisiatif talkshow ini, yang dihadiri 100 ASN secara langsung dan 2.000 ASN lainnya secara daring.

Menurut Harry, edukasi keuangan sangat penting bagi ASN agara bisa mengatur keuangan dengan baik dan benar.

“ASN sering menjadi korban investasi ilegal karena tergiur iming-iming imbal hasil tinggi. Literasi keuangan ini penting agar tidak terjebak,” jelas Harry.

Harry juga menambahkan bahwa ASN memiliki peran penting dalam mendiseminasikan informasi kepada masyarakat luas.

Sebagai pelayan publik, ASN diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berperan dalam menekan kasus kejahatan keuangan digital.

“Dengan pemahaman yang baik, ASN bisa membantu masyarakat menghindari jebakan investasi ilegal dan produk keuangan berisiko tinggi,” tambah Harry di akhir sambutannya.