Mohammad Sholeh Memundurkan Diri dari Tim Pemenangan Fawait-Djoko

(Foto: Istimewa)
(Foto: Istimewa)

JEMBER – Politisi Gerindra, Mohammad Sholeh, mengundurkan diri dari tim pemenangan pasangan calon nomor 2, Muhammad Fawait-Djoko Susanto, dalam Pemilihan Kepala Daerah Jember. Pengunduran diri ini disampaikan secara resmi pada Minggu (6/10/2024).

Dalam pesan WhatsApp kepada tim pemenangan, Sholeh mengungkapkan alasannya mundur.

Ia menyebutkan tiga hal yang menjadi dasar keputusannya, termasuk kurangnya tanggapan atas pertanyaan yang ia ajukan di grup.

Sholeh menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki basis massa signifikan yang dapat berkontribusi besar terhadap perolehan suara pasangan Fawait-Djoko.

Ia menilai kehadirannya di tim tidak berdampak banyak.

Alasan terakhirnya, Sholeh menyebut akan mengirim surat pengunduran diri resmi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember.

Surat itu dimaksudkan untuk mencoret namanya dari tim kampanye resmi.

Saat dikonfirmasi oleh media, Sholeh membenarkan pengunduran dirinya.

Masalah utama yang menjadi sorotannya adalah transparansi anggaran dan minimnya koordinasi tim terkait kinerja advokasi dan strategi kampanye.

“Sejak dilantik pada 22 September, belum ada rapat yang membahas strategi pemenangan maupun anggaran kampanye,” ungkap Sholeh.

Baginya, anggaran merupakan “vitamin” yang krusial dalam mendukung kemenangan calon.

Sholeh juga menyebut telah mencoba meminta penjelasan soal anggaran melalui grup WhatsApp tim, namun tidak mendapat tanggapan.

“Kalau tidak ada jawaban, lebih baik saya mundur, daripada menjadi beban,” tegasnya.

Keinginan Sholeh sederhana: transparansi anggaran. Menurutnya, semua kegiatan, termasuk operasional, harus memiliki akomodasi yang jelas dan terstruktur.

Sayangnya, pembahasan ini belum pernah terjadi di tim.

Meski belum ada kejelasan soal anggaran, beberapa kegiatan seperti pemasangan alat peraga kampanye sudah berjalan.

Sholeh mempertanyakan bagaimana kegiatan itu dapat terlaksana tanpa koordinasi yang memadai.

Selain masalah anggaran, Sholeh juga merasa kecewa dengan munculnya tim hukum tanpa koordinasi.

“Ada pelaporan ke Bawaslu tanpa diskusi dengan tim. Ini tidak boleh terjadi dalam struktur yang resmi,” ujarnya.

Sekretaris Tim Pemenangan Fawait-Djoko, Dima Ahyar, menolak berkomentar banyak mengenai pengunduran diri Sholeh.

“Kami belum memperoleh informasi utuh, jadi belum bisa memberikan tanggapan resmi,” kata Dima.