Kopri PMII Jember Bertemu Bupati Bahas Kabupaten Layak Anak

Oplus_131072

JEMBER – Kopri PMII Cabang Jember melakukan audiensi dengan Bupati Jember, Hendy Siswanto, untuk membahas pengembangan Jember sebagai Kabupaten Layak Anak. Pertemuan berlangsung di Pendopo Kabupaten.

Dalam audiensi ini, Kopri PMII Jember mengangkat isu terkait penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Layak Anak yang telah diterapkan sejak 14 April 2023. Isna Asaroh, Ketua PC Kopri PMII Jember, menyampaikan aspirasi penting.

“Kami mendiskusikan penerapan Perda Kabupaten Layak Anak yang sudah berjalan selama satu tahun,” ujar Isna. Beberapa indikator perbaikan menjadi fokus pembahasan.

Isna menyoroti tingginya angka putus sekolah dan pernikahan dini di Jember yang perlu perhatian serius dari Pemkab. Hal ini menjadi catatan utama dalam diskusi.

Selain itu, angka stunting yang tinggi di Jember menjadi perhatian khusus. Jember tercatat sebagai daerah dengan angka stunting tertinggi di Jawa Timur.

“Stunting di Jember menjadi salah satu perhatian utama kami, karena berada di peringkat tertinggi di Jawa Timur,” tambah Isna dalam audiensi tersebut.

Menanggapi hal ini, Bupati Hendy Siswanto menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kopri PMII Jember terhadap penerapan Perda Kabupaten Layak Anak.

“Mereka adalah generasi yang peduli masa depan. Saya senang melihat kepedulian mereka terhadap isu ini,” kata Bupati Hendy.

Bupati juga menekankan pentingnya partisipasi generasi muda dalam menjalankan program pemerintah. “Partisipasi generasi muda sangat penting untuk keberhasilan program,” ujarnya.

Kopri PMII Jember juga menyoroti peran Pemkab dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak sesuai Perda yang telah disahkan. Mereka mengharapkan sinergi yang lebih baik ke depannya.

“Kabupaten layak anak memiliki dasar hukum kuat. Capaian saat ini cukup baik, tapi harus terus ditingkatkan,” terang Bupati Hendy.

Jember telah mendapat pengakuan nasional atas komitmennya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak, namun masih ada banyak target yang perlu dicapai.

“Kita belum sepenuhnya mencapai target, tapi yang terpenting adalah implementasi di lapangan,” tegas Bupati Hendy, menekankan pentingnya realisasi nyata.

Kopri PMII Jember mengevaluasi 24 indikator yang menjadi acuan Kabupaten Layak Anak dan melaporkan hasil observasinya kepada Bupati Hendy dalam audiensi tersebut.

“Kami telah menyampaikan hasil evaluasi kami. Semua indikator telah dikerjakan, tetapi masih perlu penyempurnaan,” ujar perwakilan Kopri PMII Jember.

Bupati Hendy berharap masukan ini dapat mempercepat pencapaian Jember sebagai Kabupaten Layak Anak.

“Evaluasi penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran,” tutupnya.