JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember mengusulkan pendirian SMK Taruna berbasis teknologi, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Gagasan itu dinilai mampu mencetak SDM unggul menghadapi persaingan era digital.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember, Edi Cahyo Purnomo, menilai tantangan pendidikan kini bukan jumlah lulusan, melainkan kualitas karakter dan kompetensi mereka.
“Persoalan kita bukan kekurangan lulusan sekolah. Yang masih kurang adalah lulusan yang disiplin, adaptif, siap bekerja, sekaligus memiliki kemampuan menjadi pencipta lapangan kerja,” ujar Edi.
Menurutnya, konsep taruna tidak sekadar identik dengan seragam atau latihan fisik. Fokus utama harus diarahkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri.
“SMK Taruna harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap membangun usaha sendiri,” katanya.
Edi menilai pendidikan vokasi perlu dipadukan dengan penguatan karakter. Langkah itu diyakini mampu menjawab persoalan rendahnya disiplin, kerja sama, dan daya juang sebagian lulusan baru.
Ia juga mengusulkan kurikulum memuat AI, IoT, robotika, keamanan siber, analisis data, serta pemasaran digital agar lulusan siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.
Selain itu, siswa didorong aktif mendampingi UMKM, membantu digitalisasi desa, hingga menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar sebagai bentuk pengabdian.
“Nama sekolah sebaiknya tidak generik. Identitas lokal harus menjadi kekuatan, misalnya SMK Taruna Marhaen Jember, SMK Taruna Pandalungan, atau SMK Taruna Tangguh Jember,” ucapnya.
Edi meyakini kehadiran SMK Taruna juga meningkatkan daya tarik investasi. Ketersediaan tenaga kerja kompeten dinilai mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember.
Ia berharap pembangunan manusia melalui pendidikan vokasi berbasis teknologi, kepemimpinan, dan kewirausahaan menjadi agenda strategis daerah menuju Indonesia Emas 2045