KEDIRI – Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 dimaknai sebagai dorongan memperkuat pendidikan dan ekonomi masyarakat. Pemerintah serta warga diajak membangun kebangkitan lewat langkah nyata, bukan sekadar seremoni.
Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, menilai pendidikan murah menjadi fondasi utama kemajuan daerah. Menurutnya, akses sekolah harus bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Bangsa akan maju jika rakyatnya cerdas. Karena itu, pendidikan murah dan berkualitas wajib dirasakan semua anak di Kota Kediri,” ujar Imam, Rabu (20/5).
Ia menegaskan biaya pendidikan masih menjadi persoalan bagi banyak keluarga. Beban seragam, buku, hingga kebutuhan sekolah lain dinilai dapat memicu anak putus pendidikan.
“Jangan sampai ada pelajar berhenti sekolah hanya karena orang tuanya kesulitan membayar kebutuhan pendidikan,” katanya.
Selain sektor pendidikan, Imam juga menyoroti pentingnya memperkuat ekonomi lokal. Menurutnya, pelaku UMKM perlu mendapat dukungan agar mampu berkembang di tengah perubahan zaman.
“UMKM harus diperkuat melalui digitalisasi dan pemanfaatan teknologi. Produk lokal Kediri harus mampu bersaing di era pembangunan yang semakin cepat,” ungkapnya.
Politisi Golkar itu menyebut peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Kebijakan anggaran, kata dia, perlu diarahkan untuk kebutuhan dasar warga.
“Fraksi Golkar akan terus mengawal kebijakan pendidikan, ketahanan pangan, dan gizi masyarakat agar kebangkitan benar-benar dirasakan warga,” tandas Imam.
Peringatan Harkitnas 2026 diharapkan menjadi komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif. Fokusnya memastikan hak pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat berjalan berkelanjutan demi Kota Kediri yang mandiri.