Jember – Klub Sekolah Sepak Bola (SSB) milik pemain nasional Bayu Gatra melaporkan oknum pengurus Askab PSSI Kabupaten Jember, Sabtu, 11 November 2023.
Pelaporan ini atas dugaan pemalsuan data yang dilakukan oleh Tim Satria Tama Rollas.
“Kedatangan saya ke sini (Polres Jember) untuk melaporkan kasus dugaan pemalsuan data yang dilakukan oleh tim lawan. Untuk yang Komdis (Komisi Disiplin) juga (dilaporkan), karena terkesan melakukan pembiaran,” kata Bayu Gatra, pemilik klub SSB Bayu Gatra saat dikonfrimasi awak media, usai melapor di Mapolres Jember.
Pria yang juga pemain Nasional ini menjelaskan, dugaan itu muncul saat Tim SSB Bayu Gatra melawan Tim Satriatama Rollas di turnament Piala Soeratin U13 tahun 2023.
“Pertandinganya itu hari Kamis kemarin tanggal 10 November. Nah, saat itu saya dan pengurus curiga karena ada pemain dari Satria Tama Rollas kok beda sama yang didaftarkan,” ungkapnya.
Setelah itu, Bayu menulusuri kecurigaannya dan ternyata memang ada ketidakcocokan antara pemain yang didaftarkan dengan pemain yang saat itu bertanding.
“Selain itu juga ternyata umurnya tidak sesuai , yang harusnya 13 tahun kebawah , justru saya temukan umurnya lebih dari 13 tahun,” imbuhnya.
Atas temuan tersebut, akhirnya Bayu melaporkan Tim Satria Tama Rollas ke Komisi Displin Askab PSSI.
Namun lanjut Bayu, ia kecewa karena keputusan Askab hanya memberikan sanksi berupa denda dan itu pun tanpa ada bukti dan saksi.
“Saya ini pernah bermain di level Timnas, saya kalau ada pelanggaran pemalsuan data itu seharusnya didiskualifikasi, bukan hanya pemainnya saja yang disanksi ,” jelasnya.
Karena merasa tidak puas dengan keputusan Komdis, akhirnya ia melaporkan permasalahan itu ke polisi untuk bisa ditindaklanjuti secara hukum.
Pelaporan ini untuk Tim Satria Tama RollasĀ dan juga untuk pengurus Askab PSSI Jember yang menurutnya tidak tegas.
“Saya ini cinta sekali dengan sepakbola , saya juga bisa seperti sekarang karena sepakbola. Saya melaporkan ini bukan benci kepada pihak klub atau SSB , tapi saya ingin oknum yang bermain seperti itu bisa jera,” tandasnya.
Sementara itu Ketua Askab PSSI Jember Tri Sandi Apriana mengatakan, bahwa dalam masalah dugaan pemalsuan sudah ditangani Komdis Askab dan pemain sudah mendapat sanksi larangan bermain selama piala Soeratin berlangsung.
“Sebenarnya sudah clear, karena memang sanksi sudah ada, memang club masih bisa bermain , tapi pemainnya dilarang, sudah ada kok suratnya,” kata Tri Sandi.