Kompetisi yang berlangsung di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut mempertemukan mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu capaian membanggakan datang dari Muallifatul Hasanah, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH).
Ia berhasil membawa pulang Juara Harapan 1 pada cabang Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), setelah melewati persaingan dengan peserta dari sejumlah PTKIN.
Cabang MQK mengandalkan kemampuan membaca kitab kuning tanpa harakat, sekaligus menguji pemahaman peserta terhadap kaidah bahasa Arab dan kandungan teks.
Ketepatan penguasaan nahwu dan sharaf serta kemampuan menjelaskan isi kitab menjadi sejumlah aspek penting dalam penilaian kompetisi tersebut.
Penanggung Jawab (PJ) Lomba MQK UIN KHAS Jember, Ari Dwi Widodo, mengapresiasi keberhasilan Muallifatul yang dinilai lahir dari proses persiapan panjang.
“Alhamdulillah, ini hasil dari kesungguhan dan kerja keras Muallifatul Hasanah selama masa persiapan. Persaingan di MQK sangat ketat karena pesertanya adalah wakil terbaik dari berbagai PTKIN,” ujarnya.
Ari berharap pencapaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi individu, tetapi turut mendorong mahasiswa lainnya memperdalam khazanah keilmuan Islam, terutama kajian kitab kuning.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mendalami khazanah keilmuan Islam, khususnya kitab kuning,” tambahnya.
Selain bidang keagamaan, mahasiswa UIN KHAS Jember juga memperlihatkan kemampuan di ranah sains melalui kategori lomba Biologi yang diikuti Putri Wulandari.
Putri berhasil melaju hingga babak final. Meski belum mendapatkan gelar juara, keberhasilannya menembus tahap akhir menjadi pencapaian tersendiri di tengah ketatnya seleksi.
PJ Lomba Biologi UIN KHAS Jember, Wiwin Maisyaroh, menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Putri untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Bisa masuk final di tengah persaingan yang begitu ketat adalah prestasi yang luar biasa. Memang belum rezeki untuk membawa pulang juara, tetapi proses dan hasil yang dicapai Putri patut dibanggakan,” tuturnya.