Usai Serah Terima Sekretariat, IKAPMII Jember Mulai Susun Pengurus Baru

JEMBER – Kepemimpinan baru Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Jember mulai bergerak setelah Sahabat Hairil Sapril Sholeh dan Mohammad Erfan Agustian menerima estafet pengelolaan organisasi.

Langkah awal tersebut ditandai dengan serah terima kesekretariatan dari pengurus sebelumnya kepada ketua dan sekretaris umum terpilih, Rabu (4/11/2026).

Prosesi ini disaksikan panitia Musyawarah Cabang (Muscab) VII bersama sejumlah alumni PMII Jember.

Dalam agenda tersebut, Hairil dipercaya memimpin IKAPMII Jember, sedangkan Mohammad Erfan Agustian ditetapkan sebagai Sekretaris Umum.

Keduanya memperoleh mandat melalui Muscab VII yang berlangsung pada 31 Oktober 2026. Selanjutnya, mereka akan mempersiapkan susunan kepengurusan untuk periode mendatang.

Mantan Ketua PC IKAPMII Jember, Hadinuddin, menilai pergantian kepemimpinan harus menjadi kesempatan memperkuat kebersamaan seluruh alumni.

Menurutnya, keberlanjutan organisasi tidak cukup diwujudkan melalui pergantian jabatan, tetapi membutuhkan tanggung jawab bersama untuk menjaga rumah besar alumni PMII.

“Organisasi ini merupakan rumah bersama bagi seluruh alumni PMII. Karena itu, regenerasi harus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, bukan justru menciptakan sekat-sekat di antara alumni. Siapa pun yang memimpin, kepentingan organisasi harus tetap menjadi prioritas,” ungkap Hadinuddin.

Ia juga berharap pengurus baru mampu mempertahankan berbagai capaian sebelumnya sekaligus menghadirkan terobosan untuk memperluas konsolidasi organisasi.

Sementara itu, mantan Sekretaris Umum PC IKAPMII Jember, Sutrisno, menyoroti pentingnya pembenahan administrasi dan pendataan alumni sebagai fondasi penguatan kelembagaan.

Ia menilai komunikasi antargenerasi juga perlu mendapat perhatian agar seluruh potensi alumni dapat terlibat dalam agenda organisasi.

“IKAPMII membutuhkan energi baru dan keterlibatan seluruh potensi alumni. Penguatan database, konsolidasi, serta tertib administrasi harus menjadi perhatian penting. Organisasi yang kuat bukan hanya dilihat dari struktur kepengurusannya, tetapi juga dari seberapa besar manfaat dan kontribusinya bagi anggota maupun masyarakat,” tutur Sutrisno.

Ketua Panitia Muscab VII, Dr. Ahmad Zaki Emyus, M.Pd., menyebut musyawarah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun regenerasi yang demokratis, terbuka, dan mengedepankan kekeluargaan.

Baginya, keberhasilan forum organisasi tidak berhenti pada penetapan pemimpin baru. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan konsolidasi berjalan dan kelembagaan semakin kuat.

“Muscab VII bukanlah akhir dari sebuah agenda organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab dan pekerjaan besar berikutnya. Kita berharap kepemimpinan baru mampu merangkul seluruh elemen alumni, mengoptimalkan potensi yang dimiliki, serta membangun IKAPMII yang lebih progresif, inklusif, dan berdaya guna,” jelas Zaki.

Zaki turut mengapresiasi seluruh panitia dan alumni yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan Muscab VII.

Ia menegaskan, perbedaan pendapat selama proses musyawarah merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi dengan tetap mengutamakan persaudaraan.

Setelah menerima tanggung jawab kesekretariatan, Hairil dan Erfan akan berkoordinasi dengan tim formatur untuk merancang komposisi pengurus berikutnya.

Penyusunan struktur tersebut diharapkan mampu menempatkan berbagai potensi alumni sekaligus memperluas keterlibatan mereka dalam menjalankan program organisasi.

Agenda serah terima juga dirangkai dengan pembubaran panitia Muscab VII. Dengan demikian, seluruh rangkaian pekerjaan kepanitiaan dinyatakan selesai, mulai persiapan hingga pelaksanaan musyawarah.

Berakhirnya tugas panitia sekaligus menjadi penutup rangkaian Muscab VII yang berlangsung melalui kerja bersama dan semangat kekeluargaan.

Kini, perhatian IKAPMII Jember tertuju pada pembentukan kepengurusan baru. Kepemimpinan Hairil dan Erfan diharapkan mampu memperkuat persatuan alumni serta menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.