UHC Jember Tembus 98,69 Persen, BPJS Kesehatan Apresiasi Inovasi Mobil Cinta

JEMBER  – Inovasi Mobil Cinta yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember mendapat apresiasi dari BPJS Kesehatan karena dinilai memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Peluncuran layanan tersebut dirangkai dengan peringatan dua tahun Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Jember, Kamis (8/10/2026).

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, hadir bersama Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur, I Made Puja Yasa, serta Bupati Jember Muhammad Fawait.

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jember, jajaran pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi perangkat daerah, serta mitra penyelenggara JKN turut menghadiri kegiatan tersebut.

Akmal menilai capaian UHC Jember mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan kesehatan sekaligus menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Data per 1 Oktober 2026 mencatat kepesertaan JKN di Jember mencapai 2.613.815 jiwa atau 98,69 persen dari total penduduk sebanyak 2.648.587 jiwa.

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Jember, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Akmal.

Dari total peserta tersebut, sebanyak 2.128.173 jiwa tercatat aktif menggunakan kepesertaan JKN, setara dengan 80,35 persen dari jumlah penduduk Jember.

Akmal berharap pemerintah daerah bersama seluruh mitra terus memperkuat kolaborasi agar cakupan perlindungan kesehatan tetap terjaga dan masyarakat semakin mudah mengakses layanan medis.

Besarnya manfaat JKN juga terlihat dari pembiayaan pelayanan kesehatan yang telah dibayarkan BPJS Kesehatan bagi peserta di Kabupaten Jember.

Hingga periode 2026, total pembiayaan tersebut mencapai Rp1.425.917.682.601 atau sekitar Rp1,42 triliun.

Dari jumlah itu, pembiayaan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didaftarkan pemerintah daerah mencapai Rp593,03 miliar.

Nilai tersebut setara 42 persen dari keseluruhan biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan untuk peserta JKN di Jember.

“Angka ini menunjukkan bahwa manfaat pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat jauh lebih besar dibandingkan iuran yang dibayarkan,” jelas Akmal.

Klaim rasio pada segmen PBPU pemerintah daerah tercatat sebesar 101,30 persen. Akmal menilai angka tersebut menggambarkan besarnya manfaat perlindungan kesehatan yang diterima masyarakat.

Selain mempertahankan kepesertaan, BPJS Kesehatan menilai pemerintah daerah perlu terus mendorong peningkatan jumlah peserta aktif agar manfaat JKN dapat dirasakan secara optimal.

I Made Puja Yasa mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan seluruh pemangku kepentingan, terutama ketika pemerintah daerah harus menyesuaikan program dengan kemampuan anggaran.

“Kami memahami bahwa anggaran daerah tentu memiliki keterbatasan. Namun, berkat komitmen, kepedulian, dan kecintaan Bupati Jember, Gus Fawait, terhadap masyarakatnya, lahirlah inovasi Mobil Cinta,” ungkap I Made.

Menurutnya, layanan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi dan keberpihakan kepada masyarakat dapat melahirkan solusi yang menjawab kebutuhan warga di lapangan.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan Mobil Cinta menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan kelompok rentan memperoleh kemudahan dalam mengakses pelayanan kesehatan.

“Pemerintah Kabupaten Jember akan terus menjaga komitmen dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat dalam memastikan keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional,” kata Gus Fawait.

Jember telah menyandang predikat UHC Prioritas sejak April 2025. Menurut Gus Fawait, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi administratif, melainkan wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan.

Ia menilai pemahaman masyarakat mengenai UHC masih perlu diperkuat. Program tersebut memastikan masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa menghadapi kesulitan finansial.

“Warga yang memiliki KTP Jember dan belum terdaftar sebagai peserta JKN, saat sakit dapat dibantu untuk mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui mekanisme tersebut, warga yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh perlindungan untuk mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kehadiran Mobil Cinta diharapkan melengkapi program UHC, terutama dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan dukungan tambahan untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Peringatan dua tahun UHC Jember sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan kepesertaan JKN, meningkatkan keaktifan peserta, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.

Dengan cakupan kepesertaan yang mencapai 98,69 persen dan hadirnya Mobil Cinta, Pemkab Jember berharap akses layanan kesehatan semakin mudah, cepat, dan merata bagi masyarakat.