OJK Jember Catat KUR Sekarkijang Tumbuh 7,27 Persen, Tembus Rp9,64 Triliun

JEMBER – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) perbankan di wilayah Sekarkijang mencapai Rp9,64 triliun hingga 31 Juli 2026.

Wilayah Sekarkijang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.

Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan penyaluran KUR tersebut tumbuh 7,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan terutama didorong peningkatan penyaluran KUR di Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi,” kata Aris.

Lumajang mencatat pertumbuhan penyaluran KUR paling tinggi sebesar 19,35 persen. Situbondo menyusul 16,09 persen dan Banyuwangi tumbuh 11,59 persen.

Sementara itu, penyaluran KUR di Jember dan Bondowoso justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontraksi penyaluran tercatat masing-masing sebesar 0,31 persen di Jember dan 6,96 persen di Bondowoso.

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan KUR Sekarkijang secara keseluruhan tidak lebih tinggi, meski tiga kabupaten lainnya mencatat peningkatan cukup signifikan.

Dari sisi jenis program, KUR Mikro masih menjadi pembiayaan pemerintah yang paling banyak disalurkan kepada masyarakat.

“Penyaluran KUR Mikro mencapai Rp6,77 triliun atau sekitar 70,20 persen dari total KUR,” ujar Aris.

Selain KUR Mikro, penyaluran KUR Kecil tercatat sebesar Rp2,86 triliun. Data tersebut menunjukkan pembiayaan usaha mikro masih menjadi porsi terbesar.

Sementara itu, KPR Subsidi termasuk skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tercatat mencapai Rp5,17 triliun di wilayah Sekarkijang.