JEMBER – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember mengingatkan masyarakat agar lebih waspada menjaga data pribadi, terutama kartu tanda penduduk (KTP).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul masih ditemukannya berbagai modus penipuan yang memanfaatkan identitas masyarakat untuk kepentingan tertentu.
Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan, masyarakat perlu berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang yang belum dikenal.
“Jangan memberikan KTP atau identitas pribadi kepada orang yang tidak dikenal,” kata Aris Budiman.
Menurut Aris, data identitas pribadi dapat disalahgunakan untuk berbagai kepentingan, termasuk dalam aktivitas keuangan yang merugikan pemilik data.
Ia menyebut salah satu modus yang banyak ditemukan berkaitan dengan transaksi jual beli secara daring.
“Kasusnya paling banyak terjadi melalui jual beli online untuk mengelabui korban,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap tawaran yang mengharuskan pengiriman data pribadi kepada pihak lain.
Aris juga mengingatkan masyarakat agar melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi identitas kepada seseorang maupun pihak yang menawarkan layanan tertentu.
“Jember paling banyak korban peminjaman online. Kami ingatkan masyarakat untuk tetap hati-hati terhadap semua bentuk penipuan online,” tuturnya.
Selain menjaga KTP, masyarakat juga diminta lebih teliti saat menerima pesan, tawaran, atau permintaan data melalui platform digital.
OJK Jember berharap peningkatan kewaspadaan dapat mengurangi risiko penyalahgunaan identitas serta mencegah masyarakat menjadi korban penipuan berbasis digital.