JEMBER – Kebiasaan mengelola uang sejak bangku sekolah menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember.
Upaya itu diwujudkan melalui Pekan Sekarkijang Menabung 2026 yang berlangsung serentak pada 10-14 Agustus 2026.
Program tersebut mencakup lima daerah kerja OJK Jember, yakni Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Lumajang.
Sekitar 4.000 pelajar tingkat SD hingga SMA ikut dalam rangkaian kegiatan yang menjadi bagian peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM).
Para siswa tidak hanya diajak menyisihkan uang, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.
Materi edukasi turut mengenalkan penggunaan produk dan layanan jasa keuangan secara aman, legal, serta sesuai kebutuhan.
Kepala OJK Jember Aris Budiman menilai pelajar memiliki posisi penting dalam memperkuat literasi sekaligus inklusi keuangan.
Menurutnya, kebiasaan finansial yang dibentuk sejak sekolah dapat memengaruhi cara generasi muda mengambil keputusan ekonomi.
“Pelajar merupakan salah satu kelompok strategis dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan,” kata Aris.
Pelaksanaan program melibatkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), pemerintah daerah, sekolah, serta Industri Jasa Keuangan (IJK).
Banyuwangi menjadi salah satu daerah dengan pelaksanaan kegiatan terbesar, melibatkan sekitar 1.700 pelajar pada 14 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan dirangkaikan dengan Festival Lampion serta peringatan Hari Pramuka.
Sementara itu, kegiatan di Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang lebih banyak dikemas melalui edukasi literasi keuangan dan kampanye menabung.
Lima kepala daerah turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya menabung di kalangan pelajar.
Mereka yakni Bupati Jember Muhammad Fawait, Bupati Lumajang Indah Amperawati, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.
Senior Executive Vice President PT BPD Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim Glemboh Priambodo juga menghadiri kegiatan tersebut.
OJK menekankan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar penguatan literasi keuangan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
“Menabung bukan hanya tentang menyisihkan uang, tetapi merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak,” ujar Aris.