JEMBER – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jember menghadirkan inovasi pelayanan baru bernama Jempol Asing. Program ini menyasar WNA dan kelompok rentan yang kesulitan datang ke kantor.
Layanan tersebut dikenalkan dalam Coffee Morning Gathering bersama awak media di Kantor Imigrasi Jember, Rabu (20/5/2026). Program itu mengedepankan pelayanan keimigrasian berbasis kemanusiaan.
Kasi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Kanim Jember, Eko Santoso, menyebut petugas akan mendatangi langsung lokasi pemohon untuk proses administrasi dan biometrik.
“Petugas kami turun langsung melakukan pengambilan biometrik dan administrasi di lokasi pemohon,” ujar Eko Santoso.
Menurutnya, inovasi itu dibuat untuk membantu warga asing dengan keterbatasan fisik maupun kendala jarak. Program tersebut juga mendukung pelayanan ramah investasi di wilayah kerja Imigrasi Jember.
“Ini bentuk pelayanan berbasis HAM sekaligus dukungan terhadap iklim investasi yang kondusif,” katanya.
Program Jempol Asing diprioritaskan bagi lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak-anak. Selain itu, layanan juga menyasar tenaga kerja asing di Jember, Bondowoso, dan Lumajang.
Data Imigrasi Jember hingga 20 Mei 2026 mencatat terdapat 106 WNA penyatuan keluarga, 89 tenaga kerja asing, dan 19 pelajar asing di wilayah kerjanya.
Eko mengatakan layanan jemput bola itu mampu mengurangi biaya transportasi dan memangkas waktu pengurusan dokumen keimigrasian bagi para pemohon.
“Pelayanan langsung di lapangan membuat data biometrik dan wawancara lebih akurat,” ucapnya.
Ia menambahkan, petugas juga bisa memberikan edukasi kepada WNA dan penjamin secara langsung agar potensi pelanggaran keimigrasian seperti overstay dapat ditekan.
“Pendekatan persuasif lebih efektif karena dilakukan secara langsung kepada pemohon,” imbuh Eko.
Melalui program itu, WNA dapat mengurus perpanjangan ITK, ITAS, VOA, ITAP hingga alih status izin tinggal tanpa harus datang ke kantor imigrasi.
“Inovasi ini menjadi komitmen kami menghadirkan pelayanan cepat, ramah, dan memanusiakan manusia,” pungkasnya.