JEMBER – Dugaan penyelewengan BBM bersubsidi kembali mencuat di Kabupaten Jember. Anggota DPRD Jember dari Fraksi NasDem, David Handoko Seto, mengaku menemukan praktik mencurigakan di sebuah SPBU wilayah Tegal Besar.
Temuan itu bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas pengisian solar bersubsidi dalam jumlah besar pada waktu yang tidak biasa.
“Saya mendapat laporan dari masyarakat soal pengisian BBM bersubsidi dalam jumlah besar sekitar pukul 01.00 dini hari,” kata David.
Merasa perlu memastikan informasi tersebut, ia kemudian mendatangi lokasi SPBU yang dimaksud.
Saat tiba di lokasi, David mengaku melihat sebuah truk tengah melakukan pengisian solar subsidi secara tidak wajar.
“Di sana saya melihat satu truk mengisi solar dengan empat tangki tambahan yang dimodifikasi di dalam kendaraan,” ujarnya.
Melihat temuan itu, David segera menghubungi Ketua Iswara Migas Jember, Muhammad Iqbal, agar ikut menyaksikan situasi di lapangan.
Ia juga meminta aparat Polsek Sumbersari datang ke lokasi untuk mengamankan situasi sekaligus memastikan adanya dugaan pelanggaran.
Beberapa saat kemudian polisi datang. Namun sopir truk yang diketahui bernama Franco justru tidak berada lagi di tempat.
Sementara itu, dari informasi warga Curah Nongko, kendaraan tersebut disebut milik seseorang yang dikenal dengan nama Tik Pontak.
David juga mengaku sempat memeriksa telepon seluler milik petugas SPBU yang bertugas saat itu.
“Di dalam ponsel petugas SPBU saya menemukan puluhan rekomendasi pembelian BBM bersubsidi yang diduga digunakan untuk transaksi itu,” ungkapnya.
Situasi semakin memanas ketika sopir truk tiba-tiba melarikan diri dari area SPBU.
David yang berada di lokasi langsung melakukan pengejaran menggunakan mobil pribadinya.
“Pengejaran berlangsung dari Sumbersari sampai Ambulu dengan kecepatan sekitar 80 hingga 100 kilometer per jam,” ujarnya.
Ia bahkan sempat memotong laju truk di kawasan Pasar Ambulu, namun kendaraan tersebut justru menabrak mobilnya sebelum kembali melaju.
Pengejaran akhirnya berhenti di sebuah jalan dekat jembatan besi Ambulu setelah truk masuk ke beberapa jalan kecil.
“Saya sempat berharap mereka membantu menghentikan truk, tapi justru sekitar 15 orang pemuda datang dan menyerang saya,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, David mengaku sempat dipukul dan dikeroyok oleh sejumlah orang di lokasi.
Ia berencana melaporkan peristiwa ini ke Polres Jember karena menduga ada praktik penjualan solar subsidi secara ilegal.
“Transaksi dilakukan dini hari, padahal SPBU itu tidak buka 24 jam. Lampu dimatikan saat pengisian dan sopir kabur saat dimintai keterangan,” jelasnya.
David menegaskan akan membuat laporan resmi dan berharap aparat kepolisian mampu mengungkap jaringan yang diduga terlibat.
“Saya yakin polisi bisa mengusut siapa saja yang berada di balik praktik mafia BBM bersubsidi ini,” tegasnya.