Bambang Haryadi Bongkar Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Jember, SPBU Diminta Ditutup

JEMBER – Kasus dugaan penyelewengan BBM subsidi di Kabupaten Jember mencuat setelah laporan masyarakat diterima anggota DPRD setempat. Aktivitas pengisian solar dalam jumlah besar dinilai mencurigakan.

Peristiwa itu kemudian mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, yang saat itu sedang berada di daerah pemilihan untuk sosialisasi pengawasan BBM subsidi.

Dalam kegiatan tersebut, Bambang mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi BBM bersubsidi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Ia juga memaparkan sejumlah ciri SPBU yang diduga melakukan penyimpangan, mulai dari pola operasional hingga aktivitas pengisian pada waktu tertentu.

“Biasanya pagi diisi normal, sore ditutup dengan alasan solar habis. Tapi malam lampu diredupkan dan ada kendaraan masuk untuk pemindahan BBM,” kata Bambang.

Laporan warga kemudian diteruskan kepada anggota DPRD Jember, David Handoko Seto. Ia mendapat informasi adanya pengisian solar subsidi menggunakan truk pada tengah malam.

“Sekitar jam satu dini hari saya ditelepon warga. Mereka bilang ada pengisian solar menggunakan truk di SPBU, Di truk itu ada empat tabung, masing-masing sekitar seribu liter. Artinya bisa menampung sekitar empat ribu liter solar subsidi,” ungkap Bambang.

Menurutnya, jumlah tersebut seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil seperti nelayan dan petani yang selama ini sering mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar.

“Nelayan di Puger sering mengeluh tidak mendapat solar. Tapi ternyata ada oknum yang mengambilnya untuk kepentingan lain,” ujarnya.

Bambang juga menyebut praktik penyimpangan biasanya melibatkan beberapa pihak, mulai dari pemilik SPBU, pihak yang membekingi, hingga penadah BBM subsidi.

“Biasanya ada tiga lingkaran. Sumbernya dari SPBU, lalu backing, dan terakhir penadah yang menampung solar subsidi tersebut,” katanya.

Sementara itu Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan menyatakan polisi tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan BBM tersebut.

“Kami bersama DPR RI sepakat untuk menyegel sementara SPBU ini sambil melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Ferry.

Ia menegaskan kepolisian akan menelusuri kemungkinan keterlibatan berbagai pihak, termasuk oknum aparat atau pihak lain jika terbukti terlibat dalam kasus tersebut.