Reses DPRD Jember, Edi Cahyo Soroti Pengangguran dan Dorong Optimalisasi Program MBG

JEMBER – Reses anggota Komisi C DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo, digelar di Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jumat (13/3/2026). Forum itu menyoroti persoalan pengangguran yang masih cukup tinggi di Kabupaten Jember.

Dalam pertemuan bersama warga, Edi mengungkapkan data pencari kerja yang masih belum terserap lapangan pekerjaan. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan langkah nyata dari pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, berdasarkan data terakhir, jumlah pencari kerja pada 2025 mencapai sekitar 5.000 orang. Namun tidak semua berhasil memperoleh pekerjaan.

“Dari data tahun 2025 ada sekitar 5.000 pencari kerja di Jember. Tetapi yang terserap pekerjaan masih jauh dari jumlah tersebut,” kata Edi dalam forum reses.

Di sisi lain, jumlah perusahaan yang beroperasi di Jember dinilai masih terbatas. Saat ini tercatat sekitar 53 perusahaan yang mampu menyerap sekitar 1.430 tenaga kerja.

“Artinya masih ada sekitar 3.500 lebih pencari kerja yang belum mendapatkan pekerjaan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.

Edi menilai pemerintah perlu melakukan langkah intervensi untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya dengan memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, di Jember terdapat sekitar 141 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berpotensi membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat.

“Jika setiap SPPG membutuhkan sekitar 41 tenaga kerja, maka bisa menyerap ribuan tenaga kerja baru. Ini peluang besar untuk menekan pengangguran,” ucapnya.

Namun ia mengingatkan, kesempatan kerja tersebut harus benar-benar diberikan kepada masyarakat yang belum bekerja, bukan kepada pekerja yang sudah memiliki penghasilan.

“Jangan sampai yang bekerja di SPPG justru orang yang sudah punya pekerjaan. Kalau itu terjadi, angka pengangguran tidak akan berubah,” tegasnya.

Edi juga mendorong pemerintah daerah agar terbuka dalam menyampaikan informasi kebutuhan tenaga kerja kepada masyarakat.

“Lowongan kerja harus diumumkan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan hanya berdasarkan kedekatan atau koneksi,” katanya.

Selain program MBG, ia juga menilai rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih perlu dipersiapkan sejak sekarang agar mampu membuka peluang kerja baru.

Dengan keterbukaan informasi dan perencanaan yang matang, Edi optimistis berbagai program pemerintah dapat membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Jember.