Gus Fawait Gaungkan Kerja Nyata untuk Disabilitas di Festival Inklusi Jember 2025

JEMBER – Ratusan peserta dari berbagai komunitas disabilitas memadati halaman alun-alun Jember saat Festival Inklusi 2025 digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini mengusung tema “Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas”, menegaskan komitmen Jember memperkuat ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas.

Beragam aktivitas disiapkan, mulai jalan santai inklusi, lomba seni, fashion show, pertunjukan musik, bazaar UMKM, hingga layanan publik terpadu yang mudah diakses seluruh peserta.

Di hadapan ratusan hadirin, Gus Fawait menekankan bahwa delapan bulan pemerintahannya diarahkan untuk menghadirkan perubahan melalui kerja nyata, bukan janji atau debat panjang.

“Hari ini bukan waktunya berdebat. Hari ini waktunya bekerja,” ujarnya menegaskan di awal sambutan yang disambut tepuk tangan panjang.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan harus memprioritaskan kelompok rentan. Menurutnya, keberpihakan itu menjadi pijakan dasar pemerintah untuk mengurangi ketimpangan.

“Kami ingin Jember kembali ke jalur yang benar dan tumbuh sebagai pusat ekonomi wilayah timur Jawa,” katanya.

Ia juga menyinggung kebijakan pengalihan anggaran mobil dinas untuk kepentingan masyarakat kurang mampu. Termasuk pembangunan rumah layak huni dan Sekretariat NPCI Jember.

“Setiap rupiah yang dialihkan harus kembali untuk rakyat, terutama mereka yang membutuhkan ruang memberdayakan diri,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait mengumumkan peluncuran Program Homecare yang mulai berjalan Januari mendatang. Layanan ini dirancang menjangkau warga yang kesulitan akses kesehatan.

“Kami ingin memastikan kesehatan mereka terjamin, karena mereka bagian penting dari Jember Baru dan Jember Maju,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Jember, Akhmad Helmi Luqman, menambahkan bahwa perlindungan disabilitas di daerah ini memiliki dasar hukum kuat melalui Perda No. 7 Tahun 2016.

Helmi menyebut pemerintah telah menyalurkan kursi roda, alat bantu dengar, tongkat adaptif, hingga kaki dan tangan palsu, serta memberi dukungan usaha bagi penyandang disabilitas.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas-sektor akan terus diperluas agar hambatan terhadap pendidikan, pekerjaan, dan ruang tumbuh dapat ditekan secara bertahap.

Festival kemudian ditutup dengan seruan agar Jember menjadi kota yang benar-benar inklusif, tempat seluruh warganya dihargai dan diberi kesempatan berkembang tanpa batas.