JEMBER – Menjelang Natal, Tahun Baru, dan Ramadhan, pasokan LPG 3 kilogram di Jember dipastikan tetap aman. Persiapan antisipatif dilakukan sejak awal Desember.
Direktur Agen PT Dwi Putra Kencana Bakti, Fandi Setia Laksa, menyebut distribusi tabung dipantau ketat untuk menghindari kekurangan di tingkat pangkalan.
“Kami pastikan stok cukup. Tabung sudah kami siapkan lebih banyak sebelum permintaan meningkat,” ujar Fandi.
Ia menjelaskan koordinasi dengan pemerintah daerah, Pertamina, dan Inspektur Migas dilakukan untuk menjaga kelancaran suplai selama masa padat konsumsi.
“Setiap akhir tahun permintaan biasanya melonjak, terutama setelah tanggal 15 Desember, Kenaikannya bisa mencapai 20 sampai 30 persen,” katanya.
Meski begitu, kondisi di lapangan saat ini masih stabil. Belum tampak peningkatan signifikan pada konsumsi LPG bersubsidi.
“Kami terus memonitor pasokan karena Nataru dan puasa berdekatan tahun ini. Jadi persiapan harus lebih matang,” ucapnya.
Antisipasi juga dilakukan untuk menghadapi kemungkinan banjir awal tahun yang berpotensi menghambat pengiriman tabung.
Fandi menegaskan LPG 3 kilogram bersubsidi tidak boleh dialirkan ke SPBG karena aturan penggunaan tabung berbeda.
“Kami mengingatkan pangkalan agar tidak menjual tabung subsidi ke SPBG. Mereka memakai tabung 50 liter,” tegasnya.
Ia memastikan belum menemukan penyalahgunaan LPG 3 kilogram berdasarkan pengecekan langsung ke beberapa dapur dan fasilitas pengguna gas.