JEMBER – Seorang pria bernama Pisal (25), warga Dusun Kebonan, Desa Krasak, Kecamatan Kedung Jajang, Lumajang, babak belur setelah dihajar massa usai kepergok mencuri motor di acara tahlilan.
Kejadian itu berlangsung di Dusun Krajan, Desa Kencong, saat warga tengah menggelar tahlilan. Pisal berusaha mencuri sepeda motor Honda Vario hitam milik seorang warga bernama Lisa.
Menurut saksi mata, Rois, sebelum kejadian, warga sudah mencurigai dua pemuda yang mondar-mandir di sekitar lokasi dengan gerak-gerik mencurigakan menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario.
Saat adzan magrib berkumandang pada Sabtu (8/3/2025), pelaku melancarkan aksinya. Namun, naas, saat hendak membawa kabur motor curian, aksinya justru diketahui oleh beberapa montir bengkel di sekitar lokasi.
Sadar ada pencuri, para montir langsung berteriak “maling!” dengan lantang. Teriakan tersebut langsung membuat warga yang sedang menghadiri tahlilan berhamburan keluar dan bergegas mengejar pelaku.
Dalam kepanikan, Pisal mencoba melarikan diri, namun langkahnya terhenti setelah massa berhasil menangkapnya. Warga yang geram tanpa ampun menghujani pelaku dengan pukulan dan tendangan bertubi-tubi.
Tanpa ada yang bisa menghentikan, ratusan bogem mentah mendarat di tubuh Pisal. Ia hanya bisa pasrah menerima amukan warga hingga akhirnya polisi datang mengamankannya dari amuk massa.
“Pelaku sempat berusaha kabur, tapi akhirnya tertangkap. Warga yang sedang tahlilan langsung mengeroyoknya hingga babak belur. Teman pelaku berhasil melarikan diri,” ungkap Rois.
Sementara itu, Kapolsek Kencong AKP Heru Siswanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya segera membawa pelaku ke Puskesmas Kencong untuk mendapatkan perawatan medis setelah mengalami luka serius.
“Pelaku sudah diamankan dan saat ini sedang kami periksa. Kami juga tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari pelaku lainnya yang berhasil kabur,” kata Kapolsek.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan pelaku kejahatan kepada pihak berwajib agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi peringatan bagi warga agar lebih waspada terhadap aksi kejahatan, terutama di acara yang mengundang banyak orang, seperti tahlilan dan kegiatan lainnya.