JEMBER – Warga di Jalan Selamet Riadi, Patrang, kembali menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap kondisi tembok pembatas Rumah Sakit Universitas Jember (RS Unej).
Tembok yang telah berusia puluhan tahun itu sebelumnya pernah runtuh, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak RS Unej.
Beberapa titik tembok di RT.005/RW.016 tersebut bahkan terlihat mengalami keretakan yang serius, sehingga berpotensi roboh kembali jika tidak segera ditangani.
“Kalau gak segera diperbaiki, tembok ini bisa ambruk lagi. Apalagi ada tekanan tanah setinggi satu meter lebih di bagian dalamnya,” ujar Hamid, warga setempat.
Setelah insiden runtuhnya tembok beberapa waktu lalu, warga telah meminta pihak Unej untuk segera melakukan perbaikan, namun hingga kini permintaan itu belum terealisasi.
“Temboknya sekarang makin miring. Kami khawatir kalau roboh lagi, bisa saja menimbulkan korban jiwa,” ungkap Hamid dengan nada kecewa.
Selain kekhawatiran akan robohnya tembok, warga juga terganggu dengan sisa reruntuhan yang menjadi masalah baru di sekitar area tersebut.
Reruntuhan tembok yang berada di tepi jalan menyebabkan aliran air hujan dari area proyek masuk ke rumah warga, mengakibatkan genangan.
“Air hujan dari proyek RS Unej masuk ke rumah warga saat hujan kemarin. Memang tidak ada korban, tapi kerugian material cukup terasa,” jelas Hamid.
Untuk mengantisipasi genangan air, warga harus membuat tanggul sederhana menggunakan karung berisi tanah di depan rumah mereka.
“Kalau tidak diberi pembatas, air hujan dari proyek pasti masuk lagi. Sayangnya, selama ini warga tidak mendapatkan kompensasi,” tambah Hamid.
Saat dikonfirmasi, Humas Unej, Iim Fahmi Ilman, hanya memberikan tanggapan singkat. “Coba saya konfirm ke kawan-kawan,” tulisnya via WhatsApp.