PGRI Jember Gelar Istighosah, Berharap ASN PPPK untuk GTT dan PTT

Ketua PGRI Jember, Supriyono saat memimpin do'a bersama di depan halaman kantor PGRI Jember (Foto: SYakur/BBC).
Ketua PGRI Jember, Supriyono saat memimpin do'a bersama di depan halaman kantor PGRI Jember (Foto: SYakur/BBC).

Jember –  Melalui upaya jalur langit, PGRI Kabupaten Jember mengadakan istighosah dan doa bersama. Mereka berharap agar para Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dapat diterima menjadi ASN PPPK, pada Kamis (08/082024).

“Salah satu amanat dari konferensi kabupaten kepada PGRI adalah mendampingi GTT dan PTT agar bisa menjadi ASN,” ujar Ketua PGRI Jember, Supriyono.

Ia menegaskan bahwa pada tahun 2024 ini, formasi ASN bagi GTT-PTT di Jember hanya tersedia 738 formasi, sementara yang harus diangkat mencapai dua ribu orang.

Supriyono mengajak seluruh GTT dan PTT untuk terus berdoa, terutama melalui istighosah ini.

“Kami berharap keinginan Presiden Jokowi untuk menuntaskan pengangkatan GTT-PTT menjadi ASN dapat terwujud,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah pusat untuk menambah kuota ASN karena Jember masih kekurangan tenaga pendidik.

Lebih lanjut, Supriyono menjelaskan bahwa formasi ASN bidang pendidikan yang tersedia hanya cukup untuk menggantikan pegawai yang pensiun.

“Untuk layanan pendidikan yang standar, kebutuhan guru harus terpenuhi dulu,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa jumlah guru yang memadai, layanan pendidikan yang normal akan sulit dicapai.

Ia juga berharap ada keajaiban sehingga dua ribu guru bisa diangkat menjadi ASN PPPK.

“Banyak dari mereka yang sudah berusia 45 hingga 50 tahun, jika diangkat pun mungkin hanya bisa mengabdi selama 10 tahun lagi,” katanya.

Namun, masih ada guru yang berusia 40 tahun yang dapat mengabdi hingga 20 tahun ke depan.

Kebutuhan guru dan tenaga pendidikan di Jember memang sangat besar.

“Kita membutuhkan 2.500 formasi agar kebutuhan kita bisa terpenuhi,” jelas Supriyono.

Dengan sekitar 900 sekolah dasar dan 95 sekolah menengah pertama di Kabupaten Jember, kebutuhan tenaga pendidik memang sangat mendesak.

Setiap sekolah dasar idealnya memiliki delapan guru dan satu kepala sekolah.

“Artinya, kita membutuhkan 7.200 orang untuk SD saja,” ungkap Supriyono.

Namun, saat ini, jumlah guru ASN yang dikelola oleh BKPSDM Jember hanya sekitar enam ribu orang, sehingga masih ada kekurangan yang signifikan.

Supriyono juga menyadari dilema yang dihadapi oleh Pemkab Jember.

“Penambahan pegawai berstatus PPPK akan menambah beban anggaran belanja pegawai,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari total belanja APBD Jember, sehingga perlu dukungan tambahan dari pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan dengan istighosah ini, doa kita semua dikabulkan,” harap Supriyono.

“Kami bermunajat kepada Allah SWT agar bisa mengetuk pintu langit dan semua keinginan GTT-PTT ini dapat terwujud,” pungkasnya.

Trio Saputra, Ketua Asosiasi GTT PGRI Kabupaten Jember, menambahkan bahwa Pemkab Jember telah mengeluarkan SK Bupati untuk pengangkatan honorer menjadi ASN PPPK.

“Alhamdulillah, sejak 2021 hingga 2024, hampir lima ribu honorer telah diangkat menjadi ASN PPPK,” ungkapnya.

Trio juga menjelaskan bahwa honor para guru telah meningkat signifikan.

“Sekarang, honor minimal yang diterima adalah 1,2 juta hingga 2,2 juta, tergantung masa kerja,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa bagi yang belum mendapatkan SK, Pemkab Jember berkomitmen untuk menyelesaikannya. “Bupati sudah berjanji, semua akan selesai,” tambahnya.

Istighosah dan doa bersama ini bertujuan untuk memohon keberkahan.

“Kami memohon kepada Tuhan agar upaya kami diterima dan menjadi ASN PPPK,” lanjut Trio.

Ia pun mengisahkan pengalamannya selama 14 tahun mengabdi di SDN 5 Sumber Baru. “Dari masa Bupati Hendy tahun 2021, saya diangkat menjadi ASN PPPK,” ucapnya dengan bangga.

Trio merasa sangat bersyukur atas kepemimpinan Bupati Hendy yang telah memberikan kesempatan kepada banyak GTT dan PTT untuk menjadi ASN PPPK.

“Ini jauh lebih baik dibandingkan pemerintahan sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Misjo, Ketua PTT PGRI Jember, mengungkapkan bahwa proses penjaringan sekarang lebih mudah.

“GTT dan PTT sudah dipisah, jadi lebih terorganisir,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, sejak adanya Ketua Asosiasi PTT, proses mendapatkan SK menjadi lebih lancar. “Sekarang, nama kami sudah tertera di BKPSDM,” ungkapnya dengan lega.

Menurut Misjo, sekitar 800 GTT sudah mendapatkan SK dari Bupati.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian dari pemerintah saat ini,” tutupnya dengan penuh rasa syukur.

Pewarta: Abdus Syakur
Editor : Sugeng Prayitno