Tim Telusuri Keluarga 2 Makam Diduga Pejuang di Jember Sebelum Dibongkar

Kadinsos Jember, Akhmat Luqman Helmi pimpin pers conference terkait dua makam diduga pejuang ’45. (Foto: Syakur/BBC)
Kadinsos Jember, Akhmat Luqman Helmi pimpin pers conference terkait dua makam diduga pejuang ’45. (Foto: Syakur/BBC)

JEMBER Sebelum dua makam yang diduga merupakan makam pejuang di Jember dibongkar, tim gabungan akan menelusuri keberadaan keluarga dari makam tersebut dalam jangka waktu sebulan.

“Ini misteri bagi kami, dan kami akan menelusuri keluarganya dengan mengumumkan melalui RT/RW,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, dalam konferensi pers di Kantor Kecamatan Tanggul, Kamis (20/6/2024).

Tim tersebut terdiri dari Dinas Sosial, Muspika Tanggul, Administrasi Veteran dan Cadangan (Minvetcad), Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), dan Pemerintah Desa Tanggul Wetan.

“Jadi agar jelas makam ini, jika dalam waktu satu bulan tidak ada yang konfirmasi ke kami, maka makam tersebut akan kami bongkar,” jelas Helmi.

Bagi yang merasa keluarga dari dua makam yang diduga pejuang yang ditemukan di eks samping Kantor Kecamatan Tanggul, agar segera konfirmasi ke Kantor Kecamatan, Koramil, atau Kantor Desa.

Hal ini dilakukan untuk menemukan kejelasan terkait dua makam yang diduga merupakan makam pejuang tersebut.

Menurut data dari Minvetcad, memang benar terdapat pejuang atas nama Soedjono dan Sulaeman di wilayah Kecamatan Tanggul.

Tanda di makam terdapat bambu runcing dan bendera merah putih, namun dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Setelah dicari dan ditelusuri hingga kini, makam pejuang tersebut belum ditemukan.

“Tadi tim sudah mencari dua makam pejuang yang tercatat itu, tapi belum ditemukan,” ujar Kadinsos.

Untuk pembongkaran dua makam yang ditemukan, pihaknya juga nanti akan meminta izin dari pihak terkait, termasuk pemilik bangunan di sekitar lokasi.

“Nanti harus ada izin, baik pemilik bangunan, pemerintah desa, warga, dan lainnya,” terang Helmi.

Danramil Tanggul Kapten Inf Abdul Muntalib menambahkan, penemuan dua makam yang diduga pejuang ini merupakan bentuk kepedulian kepada pembela tanah air.

“Saat saya dihubungi terkait penemuan ini, kami merasa masih banyak yang peduli kepada para pejuang dan tidak melepas nilai sejarah,” akunya.

Danramil menyatakan, ada salah satu pejuang di wilayah Semboro yang memiliki teman bernama Soedjono.

“Tapi pejuang atau veteran bernama Pak Ilyas ini tidak mengetahui secara pasti makam temannya itu (Soedjono). Nanti data akan kita kumpulkan dan akan disinkronisasi,” katanya.

Jika nanti selama satu bulan belum ada informasi dari pihak keluarga, dirinya bersama tim yang lain akan memindahkan dua makam yang diduga pejuang bila ditemukan ke TPU.

“Kalau tidak ada laporan dari masyarakat selama sebulan, nanti akan kita pindahkan ke TPU,” tandasnya.

Pewarta: Abdus Syskur
Editor : Sugeng Prayitno