JEMBER – Puluhan warga Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Jember, melakukan aksi protes dengan mendatangi rumah Kepala Desa Salim.
Penyebabnya adalah pembatalan mendadak terkait penyewaan sound system horeg untuk acara karnaval desa.
Dalam sebuah video yang beredar, tampak warga kecewa karena pembatalan tersebut terjadi hanya sehari sebelum acara karnaval.
Sound system Brewog yang telah disewa sebelumnya, tiba-tiba dibatalkan tanpa alasan yang jelas.
“Persiapan sudah 99 persen, tapi mendadak dibatalkan. Warga saya yang ke rumah Pak Kades,” ujar Abdur Rohman, Ketua Panitia Karnaval, Senin (19/8/2024).
Abdur menjelaskan bahwa warga secara swadaya mengumpulkan dana untuk menyewa sound system Brewog yang dikenal megah.
Uang muka sebesar dua juta rupiah sudah dibayarkan jauh hari sebelumnya.
“Tiga bulan yang lalu, saya sudah sewa dan bayar uang muka. Tapi sekarang, malah tidak jadi,” katanya dengan nada kecewa.
Menurut Abdur, sebenarnya sudah ada musyawarah sebelumnya untuk tidak menyewa sound system tersebut.
Alasannya, karena dikhawatirkan akan menarik kerumunan penonton yang besar dan berisiko.
“Setelah musyawarah, ternyata benar. Sound system Brewog tidak diperbolehkan digunakan,” lanjut Abdur.
Ketika informasi ini disampaikan ke warga, mereka merasa kecewa dan spontan mendatangi rumah Kepala Desa untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Abdur pun mencoba menenangkan mereka.
“Saya sudah sampaikan ke warga, tapi mereka tetap ingin tahu kenapa dibatalkan. Akhirnya, mereka mendatangi rumah Pak Kades,” kata Abdur.
Abdur juga mengatakan, biaya sewa sound system Brewog mencapai 48 juta rupiah.
Namun, pembatalan terjadi karena surat izin dari Polsek ke Polres terlambat dan khawatir terjadi insiden seperti pencurian atau bentrok.
“Kita tidak dapat izin dari Polres karena terlambat. Mereka juga takut akan terjadi masalah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Salim mengonfirmasi bahwa pembatalan ini disebabkan oleh tidak adanya izin dari pihak kepolisian.
Warga sempat datang ke rumahnya untuk berdiskusi.
“Karena izin tidak turun dari Polres, warga kecewa. Mereka merasa kita yang melarang,” jelas Salim.
Salim menambahkan bahwa warga datang hingga larut malam untuk meminta penjelasan.
Namun, situasi tersebut sudah tidak bisa diubah karena izin memang tidak diberikan.
“Malam Sabtu kemarin, warga sampai jam 11 malam di rumah saya. Tapi kita tidak bisa apa-apa karena tidak dapat izin,” tambahnya.
Akhirnya, warga tetap ikut serta dalam karnaval dengan menyewa sound system lain sebagai pengganti.
Karnaval berlangsung dengan lancar meskipun tanpa sound system Brewog yang diinginkan.
“Tapi akhirnya semua ikut karnaval dengan sound system lain. Tidak ada yang tidak ikut,” pungkas Abdur.