Kota Malang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, menggelar kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 54-55. Kegiatan yang diikuti 48 wartawan dari berbagai macam media ini, digelar selama 2 hari sejak tanggal 18-19 November 2023, di kantor Mini Block Office (MBO) Kota Malang.
Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Pemkot Malang. Selain itu, support sponsor juga datang dari Juragan 99 (J99 Corps), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Data Konsultan Asandra Salsabila, dan Perumda Tirta Kanjuruhan.
Pembukaan UKW dilakukan di Hotel Aria Gajayana oleh Sekda Pemerintah Kota Malang, Eric Setyo Santoso, mewakili Pj Kota Malang Wahyu Hidayat yang saat itu berhalangan hadir, Jumat, 17 November 2023.
Dalam sambutannya, Eric mempromosikan sejumlah potensi wisata yang ada di Malang. Bahkan, Eric juga menjelaskan adanya gedung baru yang baru berdiri sekitar 8 bulan, guna menampung pelaku ekonomi kreatif. Gedung tersebut diberi nama Malang Creative Center (MCC).
Karena dinilai berpotensi pengembangan pelaku ekonomi kreatif, Pemerintah Kota Malang, kini tengah mempersiapkan Gedung MCC yang memiliki delapan lantai tersebut mampu memperoleh predikat “Kota Kreatif” yang diakui oleh organisasi pendidikan dan kebudayaan dunia UNESCO.
“Kami sudah mempersiapkan semua persyaratan untuk memperoleh predikat “Kota Kreatif”, seperti sarana prasarana pendukung ekonomi kreatif dan yang disyaratkan lainnya,” kata Eric.
Hal senada diungkapkan Koordinator Malang Creative Fusion (MCF), Vicky Arief H. Menurut Vicky, pasca terpuruk akibat pandemi covid 19, perekonomian Kota Malang mulai menggeliat. Hal itu tak lepas dari kegigihan masyarakat Kota Malang khususnya pelaku ekonomi kreatif, untuk terus bangkit. Dukungan dari pemerintah setempat, juga menjadi salah satu faktor kebangkitan ekonomi di Kota Malang.
Awalnya Vicky bingung apa yang bisa dijual dengan Kota Malang. Pasalnya, Kota Malang hanya kota transit bagi traveler. “Orang yang berkunjung ke Kota Malang hanya untuk menginap di hotel saja. Sementara Kabupaten Malang dan Kota Batu bisa menjual pariwisatanya. Kota malang tidak ada yang bisa dijual, ” jelas Vicky, saat menjadi narasumber usai pembukaan UKW.
Vicky menambahkan yang bisa dijual Kota Malang hanyalah “manusia” nya. “Bisanya Kota Malang ini yang dijual adalah ‘manusia’nya, dalam artian sumber daya manusianya. Dari situlah muncul MCC, ” kata Vicky.
Malang Creative Center atau MCC adalah bentuk kontribusi Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi Pwrinsustriab dan Perdagangan dalam mengelola dan menjaga ekosisten Ekonomi Kreatif di Kota Malang. “MCC menjadi wadah pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang untuk bisa berkolaborasi dan bertumbuh bersama antar industri kreatif, ” terang Vicky.
MCC terletak di Jalan Achmad Yani 53, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. MCC memfasilitasi 17 sub-sektor Ekonomi Kreatif. Sejak berdiri, tercatat sudah ada 2.2217 kegiatan, 1.933 pengambilan Ekonomi Kreatif, 148 kolaborator dengan 114.903 penerima manfaat.
Saat ini MCC adalah angin surga pertumbuhan ekonomi Kota Malang. Dengan MCC, ribuan pengangguran memiliki sumber penghasilan. “Sarjana yang menganggur bisa memiliki sumber penghasilan,” kata Vicky.
Setelah acara itu selesai, seluruh wartawan berkesempatan diajak keliling kota Malang menggunakan tiga unit bus Macito (Malang City Tour) atau kendaraan yang dimodifikasi menjadi bus wisata. Selain itu, seluruh wartawan juga diajak masuk ke gedung MCC dan mendapat penjelasan dari pemandu acara tersebut.