BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) melakukan uji coba unit produksi campuran aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) pada jalan rusak.
Lokasi uji coba tersebut meliputi Kecamatan Pujer dan Tegalampel, yang saat ini kondisinya memang cukup parah akibat kerusakan jalan yang signifikan. Pemerintah pun mengutamakan perbaikan melalui trial ini.
Plt Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa uji coba ini melibatkan dua AMP, yaitu PT. MBI dan PT. Sunan Muria. Trial dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.
Menurut Ansori, kriteria uji coba mencakup tiga jenis campuran aspal yang berbeda. Ketiga jenis tersebut adalah Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC), Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC), dan Hot Rolled Sheet (HRS).
“Material yang diuji memiliki spesifikasi ketebalan yang berbeda,” kata Ansori saat ditemui di kantor BSBK pada Rabu, 19 Juni 2024. Ia menegaskan pentingnya uji coba sesuai standar teknis.
Pihak pemerintah daerah mengharapkan agar unit AMP yang digunakan dapat memenuhi standar teknis yang sudah ditetapkan. Jika tidak, trial akan dihentikan, dan pihak penyedia AMP diminta untuk memperbaiki kualitasnya.
Menurutnya, AMP yang tidak memenuhi syarat spesifikasi teknis akan diganti dengan yang baru atau dapat melakukan uji coba ulang. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas jalan yang dihasilkan.
Jenis aspal yang diuji memiliki perbedaan dalam tujuan dan penggunaannya. AC-WC misalnya, digunakan sebagai lapisan penutup yang dipadatkan dalam kondisi panas di atas lapisan bawah.
Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) terletak pada lapisan kedua dan memiliki campuran aspal keras serta agregat. Campuran ini berfungsi sebagai pengikat utama dalam konstruksi jalan.
Hot Rolled Sheet (HRSWC) memiliki kelebihan elastisitas lebih tinggi dibandingkan dengan campuran aspal lainnya, memberikan ketahanan ekstra untuk beban kendaraan berat yang melintas.
Menurut Ansori, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa pengaspalan bukan hanya tentang menutup jalan, melainkan juga tentang memastikan ketahanan dan keamanan jalan untuk jangka panjang.
Pemerintah daerah berharap melalui trial ini, kualitas jalan yang diperbaiki dapat bertahan lama dan mengurangi kerusakan yang sering terjadi akibat cuaca dan volume kendaraan yang tinggi.
Ke depan, uji coba ini akan terus dilakukan untuk memastikan setiap AMP yang digunakan benar-benar memenuhi kriteria teknis yang dibutuhkan. Kualitas jalan menjadi prioritas utama Pemkab Bondowoso.
Dengan uji coba ini, Pemkab Bondowoso berkomitmen untuk memberikan infrastruktur yang lebih baik dan aman bagi warga, sekaligus mendukung kelancaran transportasi di wilayah tersebut.