JEMBER – Fasilitas toilet di kawasan Alun-Alun Jember Nusantara kembali menuai keluhan setelah ditemukan mengalami kerusakan serius.
Beberapa titik menunjukkan kondisi memprihatinkan, mulai dari wastafel yang patah, keran air yang hilang, urinoir tak berfungsi, hingga saluran air yang tersumbat.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember, Rudi Rahmawan, menegaskan bahwa persoalan ini bukan disebabkan oleh kualitas bangunan.
Ia meyakini kerusakan yang terjadi adalah akibat perbuatan oknum yang sengaja merusak.
“Dari pola kerusakannya terlihat jelas, ini bukan kerusakan akibat pemakaian normal, melainkan ada indikasi kuat perusakan,” ungkap Rudi, Senin (22/9/2025).
Meski pengawasan dilakukan setiap hari, jumlah personel yang bertugas pada malam hari ternyata sangat terbatas.
Jika pagi dijaga 11 petugas dan siang hingga sore enam orang, maka pada malam hari hanya ada dua petugas ditambah seorang supervisor keliling.
Kondisi ini dinilai memberi celah terjadinya aksi perusakan, bahkan sempat ditemukan orang dengan gangguan kejiwaan mencoba merusak fasilitas umum.
Sementara itu, perbaikan masih ditangani pihak pengembang karena proyek Alun-Alun Jember Nusantara masih berada dalam masa garansi.
Tiga kontraktor yang terlibat sebelumnya mengerjakan konstruksi utama, menara air, serta layar digital.
Sebagai solusi jangka panjang, DPRKPCK berencana memasang kamera pengawas di sejumlah titik rawan, termasuk area toilet.
“CCTV nantinya tidak hanya untuk mengidentifikasi pelaku, tapi juga menjadi alat kontrol bagi kinerja petugas di lapangan,” pungkas Rudi.