JEMBER – UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember menggelar Temu Muhibbah di Gedung Kuliah Terpadu (GKT), Selasa (7/4/2026). Agenda ini menjadi ruang silaturahmi strategis antara kampus dan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan tersebut mempertemukan pimpinan universitas, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga pemangku kepentingan lintas sektor dalam suasana kebersamaan yang penuh keakraban.
Rektor UIN KHAS Jember Prof. Dr. H. Hepni hadir bersama Wakil Rektor I Prof. Dr. M. Khusna Amal serta Wakil Rektor II Dr. H. Ainur Rafik.
Turut mendampingi Kepala Biro AUPK Dr. H. Nawawi sebagai ketua panitia kegiatan yang mengoordinasikan jalannya forum silaturahmi tersebut.
Sejumlah tokoh masyarakat dan lembaga turut hadir, termasuk Wakil Bupati Sumenep K.H. Imam Hasyim yang memberikan hikmah keagamaan sekaligus memimpin doa penutup acara.
Dalam laporan panitia, Dr. Nawawi menyampaikan Temu Muhibbah dirancang sebagai ruang membangun hubungan strategis antara perguruan tinggi dan masyarakat luas.
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai pengasuh pesantren, tokoh ormas Islam, unsur TNI dan Polri, lembaga pendidikan, takmir masjid dari 32 kecamatan, hingga alumni kampus.
Ia menilai kebersamaan menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.
“Tidak ada sejarah besar tanpa persaudaraan yang kuat,” ujar Dr. Nawawi di hadapan peserta kegiatan.
Menurutnya, UIN KHAS Jember hadir membawa mandat sosial untuk menjawab persoalan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan melalui pendidikan serta pengabdian masyarakat.
Panitia juga memperkenalkan sejumlah inovasi kampus, termasuk program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memberi kesempatan percepatan studi bagi masyarakat berpengalaman kerja.
Saat ini, puluhan program studi telah berjalan di UIN KHAS Jember dengan sekitar separuhnya memperoleh akreditasi unggul sebagai indikator peningkatan mutu akademik.
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Hepni menyebut Temu Muhibbah sebagai momentum memperkuat harmoni sosial setelah Ramadan melalui semangat saling memaafkan.
“Kita tidak mungkin berjalan sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat dan tokoh agama menjadi kunci menjawab persoalan kemanusiaan global,” katanya.
Ia menegaskan kampus berkomitmen menjaga nilai kemanusiaan, memperkuat toleransi, serta mendorong persatuan sebagai fondasi menghadapi tantangan dunia modern.
Rektor juga memaparkan arah pengembangan kampus, termasuk penguatan layanan berbasis masyarakat dan gagasan program pendidikan bagi kelompok lansia.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pusat akademik, tetapi harus hadir memberi solusi nyata bagi kebutuhan sosial masyarakat.
Dalam hikmah keagamaan, K.H. Imam Hasyim menekankan pentingnya kualitas ibadah puasa sebagai sarana pembentukan karakter spiritual dan sosial umat.
“Puasa yang berkualitas akan melahirkan pribadi yang peduli terhadap sesama dan lingkungan sosialnya,” tuturnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, menandai harapan agar sinergi antara UIN KHAS Jember dan masyarakat terus terjalin kuat dan berkelanjutan.