JEMBER – Tembok pembatas lama yang dibangun untuk Rumah Sakit Universitas Jember (UNEJ) kembali roboh, menimpa pemukiman warga di Kelurahan Parang, Kecamatan Patrang, Senin (20/1/2025).
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jember diduga menjadi pemicu utama insiden ini. Selain itu, banjir juga melanda beberapa titik seperti Jalan Kaliurang di Sumbersari, Kaliwates, dan Bangsalsari.
Abdul Hamid, salah satu warga yang terdampak, menjelaskan bahwa ini adalah kali kedua tembok tersebut roboh ke pemukiman warga. Sebelumnya, kejadian serupa terjadi akibat tekanan tanah yang tinggi.
“Kejadian ini hanya pengulangan. Saat itu kami sudah meminta perbaikan, tetapi tidak ada tindakan berarti dari pihak UNEJ,” ujar Hamid ketika diwawancarai.
Hamid juga mengeluhkan kerugian yang dialami warga akibat insiden ini. Lumpur dan air dari area rumah sakit masuk ke dalam rumah-rumah warga, mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Air bercampur tanah dari pembangunan rumah sakit UNEJ masuk ke rumah kami. Kami sudah melaporkan, tapi tanggapan mereka lambat,” tambahnya.
Menurut Hamid, kondisi tembok yang rapuh sudah terlihat sejak lama. Warga setempat telah meminta UNEJ untuk segera melakukan perbaikan, tetapi hanya diberi janji tanpa realisasi.
“Kami sudah berulang kali meminta perhatian. Namun, tidak ada langkah nyata. Sekarang malah terjadi lagi, dan dampaknya makin parah,” katanya.
Selain lumpur yang merembet ke rumah warga, insiden ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan lingkungan sekitar, terutama jika hujan deras kembali turun.
Warga berharap pihak UNEJ segera mengambil tindakan serius untuk memperbaiki tembok dan menangani kerusakan yang dialami warga akibat robohnya dinding tersebut.
“Kami hanya ingin solusi agar kejadian ini tidak berulang. Kalau terus begini, kami yang selalu dirugikan,” tegas Hamid.