Shuttle Bus Gratis Bandara Notohadinegoro Kembali Jalan, Akses Penumpang ke Kota Dipermudah

JEMBER – Layanan shuttle bus gratis menuju Bandara Notohadinegoro kembali beroperasi. Pemerintah Kabupaten Jember menghidupkan lagi armada ini demi memperkuat konektivitas transportasi publik.

Pengoperasian ulang shuttle bus menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi terintegrasi antara bandara, terminal, stasiun, dan pusat kota Jember.

Pemkab Jember menilai kemudahan akses bandara penting untuk mendukung mobilitas warga, sekaligus menunjang aktivitas penerbangan yang kini kembali berjalan rutin.

Shuttle bus gratis disiapkan sebagai moda penghubung tanpa biaya, aman, dan mudah dijangkau masyarakat yang hendak bepergian dari maupun menuju bandara.

Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, mengatakan layanan ini disesuaikan dengan jadwal penerbangan aktif di Bandara Notohadinegoro.

“Shuttle bus kami operasikan kembali mengikuti jadwal penerbangan yang ada di Bandara Notohadinegoro,” kata Gatot, Kamis (5/2/2026).

Ia menegaskan, layanan tersebut disediakan pemerintah daerah agar penumpang pesawat tidak kesulitan mencari transportasi lanjutan.

“Layanan ini gratis dan disiapkan oleh Pemkab Jember melalui Dinas Perhubungan,” ujar Gatot.

Untuk rute keberangkatan, shuttle bus berangkat dari Terminal Tawangalun, melintasi Stasiun Jember, lalu menuju Bandara Notohadinegoro.

Sementara rute dari bandara menuju kota melewati Tegal Besar, Alun-alun Jember di Halte Pendopo, Stasiun Jember, hingga kembali ke Terminal Tawangalun.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang lintasan rute diperbolehkan turun di titik-titik tertentu yang dilalui armada shuttle bus.

Kawasan Gajah Mada, Sultan Agung, hingga Trunojoyo termasuk wilayah yang dapat memanfaatkan layanan tersebut secara fleksibel.

Jadwal operasional shuttle bus disesuaikan hari penerbangan. Senin, Rabu, dan Jumat diberangkatkan pukul 10.00 WIB dari kota.

Sementara pada Selasa dan Kamis, shuttle bus menuju bandara dijadwalkan berangkat pukul 11.00 WIB.

Untuk rute dari bandara ke kota, waktu keberangkatan mengikuti kedatangan pesawat yang umumnya tiba sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan data awal 2026, minat masyarakat menggunakan shuttle bus gratis menunjukkan tren yang cukup stabil.

Dari rata-rata 50 penumpang penerbangan Jakarta-Jember dan 24 penumpang rute sebaliknya, sekitar 10 hingga 15 orang rutin memanfaatkan shuttle.

“Kami menyiapkan armada berkapasitas 25 penumpang,” ujar Gatot.

“Penggunaan dari bandara ke kota memang lebih tinggi karena jadwal kedatangan pesawat lebih pasti,” tambahnya.

Manfaat layanan ini dirasakan langsung oleh warga. Salah satunya Seger Haryono, warga Kecamatan Jenggawah.

“Shuttle bus ini sangat membantu, terutama bagi penumpang yang baru tiba di Jember,” kata Seger.

Ia menilai layanan gratis tersebut jauh lebih praktis dibanding harus mencari transportasi lain setelah mendarat.

“Tidak perlu keluar biaya dan lebih nyaman daripada harus mencari jemputan,” ujarnya.

Pemkab Jember berharap shuttle bus gratis ini dimanfaatkan optimal. Dishub juga mengajak media dan masyarakat ikut menyosialisasikan layanan tersebut.