JEMBER – Komunitas Sedulur Pati sukses menggelar kegiatan Diskusi Santai (DIKSI). Acara dimulai pukul 19.00 WIB di Omah Luhur, Perumahan Alam Hijau, Jember, pada Kamis (9/1/2025).
“Terima kasih kepada Sedulur Pati Jember yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Amir Musaddad, Ketua Sedulur Pati Nusantara.
Dalam sambutannya, ia juga berharap agar acara ini dapat memberikan edukasi untuk kemajuan komunitas sehingga menjadi lebih baik ke depannya.
Ketua Sedulur Pati Jember, Dulur Salim, menambahkan bahwa anggota Sedulur Pati harus sukses dunia dan akhirat.
“Kegiatan ini tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga meningkatkan kestabilan ekonomi kader,” katanya.
Sementara itu, Arif S.Sos., M.Ap., Ketua Laboratorium Pemberdayaan Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan banyak hal kepada anggota Sedulur Pati.
Ia membawakan materi bertema “Membangun Spirit dan Branding Komunitas dalam Gerakan Sosial Era Kontemporer”.
Arif menjelaskan bahwa membangun spirit adalah langkah awal untuk menghadapi tantangan dan meningkatkan kualitas hidup. Ia memaparkan empat aspek utama: mental, emosi, fisik, dan spiritual.
“Aspek mental mencakup kesadaran diri, kemandirian, dan ketahanan mental. Fokus dan konsentrasi sangat penting untuk mencapai tujuan,” jelasnya.
Dalam aspek emosi, Arif menekankan pentingnya semangat, motivasi, solidaritas, dan keharmonisan emosi dalam membangun hubungan yang kuat dalam komunitas.
Ia juga menyoroti pentingnya kesehatan fisik sebagai penunjang produktivitas. Kedisiplinan, menurutnya, adalah kunci. Sementara itu, aspek spiritual mengajarkan nilai-nilai moral dan kedamaian batin.
Arif menyebut beberapa cara untuk membangun spirit, seperti meditasi, olahraga, dan pengembangan diri.
“Komunikasi sosial juga memiliki peran besar dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya saat diwawancarai oleh media.
Menurutnya, manfaat membangun spirit sangat luas, termasuk meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan menghadapi tantangan, sehingga komunitas yang solid akan lebih produktif.
“Komunitas harus produktif dan tersistem dengan sumber ekonomi yang jelas untuk mendukung anggota dan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 30 orang, termasuk Dulur Ahmad Khoiri, pendiri komunitas Sedulur Pati. Suasana diskusi yang akrab mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun komunitas.