JEMBER – Rumah yang dulu dipilih sebagai tempat pulang, kini menjadi sumber kecemasan warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, setelah banjir kembali datang.
Hujan deras berjam-jam membuat air sungai meluap. Genangan perlahan merangsek ke permukiman, menenggelamkan rumah-rumah yang berdiri di kawasan bantaran sungai.
Sejak malam, warga sibuk menyelamatkan anak dan barang seadanya. Aktivitas lumpuh, listrik padam, dan sebagian penghuni terpaksa bertahan di rumah terendam.
Bagi sebagian warga, Villa Tegal Besar awalnya dipilih karena lokasi strategis dan janji hunian nyaman, jauh dari bayang-bayang bencana.
Namun realitas berkata lain. Banjir berulang membuat mimpi rumah ideal berubah menjadi kisah pilu yang terus terulang setiap musim hujan.
BPBD Jember langsung menurunkan personel ke lokasi begitu laporan banjir diterima dari warga setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, memastikan penanganan dilakukan lintas instansi.
“Penanganan kami lakukan bersama OPD terkait, relawan, dan Destana,” ujar Zughrinada saat ditemui di lokasi banjir.
Fokus utama petugas adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar selama genangan belum surut.
“Kami sudah menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan dapur umum,” kata Zughrinada.
Ia menyebut dua tandon air bersih telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan harian warga terdampak.
“Air bersih menjadi prioritas karena sumur warga tercemar,” ujarnya.
Meski tanpa korban jiwa, kerugian materi dirasakan cukup besar. Air datang cepat, membuat banyak barang tak sempat diselamatkan.
Fira, salah satu penghuni, mengaku awalnya tak mengetahui rumah yang dibelinya berada di kawasan rawan banjir.
“Kami tidak pernah diberi tahu kalau ini bantaran sungai,” kata Fira.
Ia mulai curiga setelah melihat dua blok perumahan di sekitar lokasi tak kunjung dibangun pengembang.
“Tanggul sempat dibuat, tapi akhirnya jebol,” ucapnya lirih.
Menurut Fira, banjir besar juga pernah terjadi pada 2021 dengan bantuan pengembang yang dinilai minim.
“Sekarang pun belum ada bantuan dari developer,” tuturnya.
Pemkab Jember menyatakan evaluasi pembangunan perumahan rawan banjir akan terus dilakukan, agar kisah rumah impian berubah duka tak kembali terulang.