JEMBER – Pelebaran trotoar di Jalan Kartini, Jember, memicu perdebatan baru soal rencana pemerintah daerah mengembangkan kawasan itu sebagai pusat street food UMKM.
Sebenarnya warga yang menilai proyek tersebut tidak tepat sasaran mulai menggalang petisi penolakan melalui platform Change.org sejak awal pekan ini.
Langkah itu muncul setelah pengerjaan pelebaran trotoar terlihat semakin masif dan dinilai mengancam fungsi utama jalur pedestrian.
Anggota DPRD Jember, Candra Ary Fianto, angkat bicara terkait dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pada prinsipnya kami mengapresiasi langkah pemerintah meningkatkan ekonomi melalui UMKM,” ujar Candra menegaskan dukungan awalnya.
“Namun fungsi trotoar tetap harus dihormati karena regulasi menyebutkan trotoar khusus untuk pejalan kaki,” lanjutnya menyoroti aspek aturan.
Candra juga menyebut kawasan itu memiliki banyak fasilitas pendidikan dan rumah ibadah sehingga perlu mempertimbangkan risiko kemacetan.
“Di sana ada TK, SD, SMP, SMK, hingga panti dan gereja. Pada jam tertentu lalu lintas sangat padat,” jelasnya.
Terkait rencana relokasi PKL dan UMKM, Candra menegaskan perlunya lokasi pengganti yang benar-benar mendukung aktivitas mereka.
“Jika tempatnya tidak strategis, pendapatan bisa turun dan masalah baru bisa muncul,” katanya meminta alternatif lokasi yang matang.
Ia juga menyoroti perlunya pendataan ketat agar tidak muncul PKL baru yang tak terdata saat proses relokasi dilakukan pemerintah daerah.
Rapat lintas OPD sempat dijadwalkan DPRD untuk membahas isu ini, namun ditunda karena kendala teknis dari salah satu pihak undangan.
Pertemuan itu rencananya digelar kembali pada Kamis mendatang guna mencari keputusan terbaik bagi pemerintah, UMKM, dan warga.