Rektor UIN KHAS Jember Motivasi Wisudawan untuk Terus Berjuang di Masyarakat

JEMBER – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar wisuda di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) pada Rabu (5/2/2025).

Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Hepni Zain, memberikan motivasi kepada para wisudawan agar siap menghadapi tantangan kehidupan setelah lulus.

Dalam sambutannya, Prof. Hepni menegaskan bahwa perjuangan sejati baru dimulai setelah mahasiswa menyelesaikan studinya dan terjun langsung ke tengah masyarakat dengan bekal keilmuan yang dimiliki.

“Proses belajar tidak berhenti di bangku kuliah. Ilmu harus terus dikembangkan, terutama dalam konteks memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam Wisuda Sarjana LXVI, Magister XLVIII, dan Doktor XXVI.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan dalam menebar manfaat tidak akan lepas dari rintangan dan hambatan. Namun, wisudawan harus tetap kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai cobaan.

“Seorang pejuang sejati tidak mengenal air mata dan sikap cengeng. Yang ada hanyalah semangat kebangkitan dan upaya meraih kesuksesan,” tegasnya di hadapan para wisudawan.

Menurut Prof. Hepni, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, kegagalan harus dijadikan pelajaran berharga agar bisa bangkit dan melangkah lebih kuat ke depan.

“Jatuh itu biasa, tapi bangkit berkali-kali adalah kewajiban. Jangan takut gagal, karena dari situlah kesuksesan akan lahir,” tambahnya dengan penuh semangat.

Ia juga menyampaikan bahwa UIN KHAS Jember telah membekali para wisudawan dengan empat aspek penting sebagai modal menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial.

Pertama, pemahaman akidah yang mendalam. Kedua, keluhuran akhlak dalam setiap tindakan. Ketiga, keluasan dan profesionalisme dalam bidang keilmuan. Keempat, kecerdasan sosial sebagai modal berinteraksi.

Prof. Hepni menekankan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Kemampuan berkomunikasi yang baik dan membangun jaringan sosial juga sangat penting untuk mencapai kesuksesan.

“Banyak orang cerdas secara akademik, tetapi tidak semua memiliki kecerdasan sosial yang baik. Ini menjadi tantangan bagi kalian untuk terus mengasah keterampilan komunikasi,” pungkasnya.

Wisuda ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk membawa ilmu yang telah diperoleh ke masyarakat dan berkontribusi dalam berbagai bidang sesuai keahlian mereka.