JEMBER – Kabupaten Jember bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Menggelar uji coba Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di City Forest Jember, pada rabu (8/1/ 2025)
Menjalankan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini akan menjangkau lebih dari 520 ribu siswa, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Dinas Pendidikan bersama satuan pendidikan di Jember menyambut baik inisiatif ini.
“Program ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik secara jasmani maupun rohani,” kata Hadi Mulyono, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Rabu (8/1/2025).
Sebelumnya, Jember telah memiliki program serupa, seperti menu tambahan BMKS yang difokuskan pada penanganan stunting. Namun, MBG memiliki cakupan lebih luas, menjangkau seluruh siswa di kabupaten ini.
“Program sebelumnya memang bermanfaat, tetapi belum menyeluruh. Kali ini, MBG memastikan semua siswa dari berbagai jenjang mendapatkan manfaat,” jelas Hadi.
Sebagai langkah awal, simulasi program MBG dilakukan di Jember dengan melibatkan sekitar 12.000 siswa. “Simulasi ini melibatkan anak-anak dari berbagai sekolah di kabupaten,” ujar Hadi.
Simulasi berlangsung lancar dan sesuai harapan. Presiden Prabowo Subianto, melalui pemerintah pusat, mendorong pelaksanaan program ini agar berjalan optimal di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, kegiatan simulasi MBG berjalan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat,” kata Hadi.
Pemerintah Kabupaten Jember juga memastikan akan terus mengawal pelaksanaan program ini. “Kami akan mengawal program ini hingga berhasil menyasar seluruh siswa di Jember,” tegas Hadi.
Tidak hanya Jember, program MBG akan dijalankan secara bersamaan dengan kabupaten tetangga, seperti Bondowoso dan Banyuwangi.
“Sinergi ini penting untuk mempercepat pemerataan manfaat,” tambahnya.
Program MBG diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan siswa, mendukung pertumbuhan fisik, serta prestasi akademik mereka.
“Ini adalah langkah nyata pemerintah dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Hadi.
Ke depannya, pelaksanaan program ini akan dilakukan secara bertahap hingga mencakup seluruh siswa di kabupaten Jember. Pemerintah berharap masyarakat mendukung penuh inisiatif ini.
“Dengan dukungan semua pihak, kita optimis program ini bisa memberikan dampak positif jangka panjang,” pungkas Hadi.