Produksi Gula di PG Semboro Digenjot, Target Naik 20 Persen

Tebu Manten PG Semboro 2024 di Klampisan Barat Kendalan Desa Semboro Jember. (Foto: Syakur/BBC)
Tebu Manten PG Semboro 2024 di Klampisan Barat Kendalan Desa Semboro Jember. (Foto: Syakur/BBC)

JEMBER Kenaikan harga gula yang melambung tinggi selama tiga bulan terakhir telah menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Harga eceran tertinggi (HET) gula ditetapkan Rp17.500 per Kilogram, namun di pasar, harga bisa mencapai Rp18.000 per Kilogram.

Menghadapi ketidakpastian harga ini, PG Semboro Jember berupaya meningkatkan produksi gula dengan menargetkan kenaikan 20 persen.

“Kami berharap dapat memproduksi 56.300 ton gula dari 79.300 ton tebu yang digiling tahun ini,” ujar Agus Budi Juwono, General Manager PG Semboro, pada pembukaan musim giling tebu, Rabu (29/5/2024).

Agus menjelaskan, upaya peningkatan produksi ini melibatkan lebih banyak petani tebu serta perluasan lahan milik PG Semboro sendiri.

Wilayah Jember dan Lumajang yang mencakup 10.400 hektar lahan diproyeksikan mampu mendukung target tersebut.

“Kualitas tebu dari wilayah ini sudah sangat baik, sehingga kami optimis target dapat tercapai,” katanya.

Musim giling tebu tahun ini diwarnai dengan tradisi yang telah berlangsung sejak 1928, yaitu arak-arakan tebu manten.

“Tradisi ini dimulai pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan terus dilestarikan hingga sekarang. Setiap jelang buka giling, kami mengadakan perayaan dengan hiburan untuk masyarakat,” jelas Agus.

Perayaan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi cikal bakal PG Semboro dalam menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

“Dalam acara manten tebu, ada pagelaran seni, pakaian adat, dan ritual merias sepasang temanten yang dinamakan Raden Bagus Rosan dan Diyah Ayu Roro Manis,” tambahnya.

Dengan berbagai persiapan dan tradisi yang dilaksanakan, PG Semboro berharap produksi gula tahun ini akan lebih baik dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

“Kenaikan harga gula memaksa kami untuk bekerja lebih keras, dan kami optimis dapat mencapainya dengan dukungan semua pihak,” ujar Agus.

Sementara itu, pemerintah juga turut mendukung upaya peningkatan produksi gula nasional.

“Kami akan terus memantau perkembangan harga gula dan memastikan ketersediaan stok di pasar,” kata seorang pejabat pemerintah yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat pun menyambut baik langkah ini. “Kami berharap harga gula bisa lebih stabil dan tidak membebani kami lagi,” ujar Siti, seorang ibu rumah tangga di Jember.

Dengan target produksi yang meningkat, PG Semboro berkomitmen untuk menjaga kualitas gula dan memperluas kerja sama dengan petani tebu.

“Kami akan terus berinovasi dan memastikan produksi berjalan lancar,” kata Agus menutup pernyataannya.

Peningkatan produksi ini diharapkan juga dapat menstabilkan harga gula di pasar, sehingga tidak ada lagi lonjakan harga yang meresahkan masyarakat.

“Kestabilan harga gula sangat penting bagi kami, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih belum pulih sepenuhnya,” ujar Siti.

Sebagai penutup, tradisi arak-arakan dan perayaan yang dilakukan PG Semboro tidak hanya menjadi daya tarik budaya, tetapi juga mencerminkan komitmen pabrik gula ini dalam menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.

“Semoga tradisi ini terus lestari dan produksi gula kita semakin meningkat,” Pungkas Agus.

Pewarta: Abdus Syakur
Editor : Sugeng Prayitno