Pria Mengaku TNI Dihajar Massa Usai Curi Motor di Gumukmas Jember

Oplus_131072

JEMBER – Warga Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Jember, menangkap dan menghajar seorang pria yang kedapatan mencuri sepeda motor, Senin (24/2) malam. Pelaku bahkan mengaku sebagai anggota TNI.

Kanitreskrim Polsek Gumukmas, Aiptu Sugiyanto, menjelaskan bahwa pelaku berinisial DP tidak beraksi sendirian. Ia tertangkap bersama rekannya yang berinisial SA saat mencoba membawa kabur motor korban.

“Kejadian bermula saat keduanya menghadiri acara cek sound di Lapangan Sport Center Desa Menampu. Warga curiga dengan gerak-gerik mereka dan terus mengawasi,” ujar Sugiyanto, Selasa (25/2).

Beberapa saat kemudian, lanjut Sugiyanto, kedua pelaku mendekati sepeda motor milik Mariyono yang sedang diparkir. Mereka mencoba menyalakan motor tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Saat hendak kabur, aksi keduanya diketahui oleh pemilik motor. Mariyono langsung berteriak “maling,” membuat warga yang ada di lokasi segera mengejar mereka.

Warga yang emosi berhasil menangkap DP dan SA. Tanpa menunggu lama, massa yang kesal langsung menghajar kedua pelaku sebelum polisi datang mengamankan mereka.

Beruntung, anggota Polsek Gumukmas yang bertugas mengamankan acara cek sound segera turun tangan. Kedua pelaku langsung diamankan agar tidak semakin menjadi sasaran amukan warga.

“Saat diamankan, DP mengenakan atribut TNI dan mengaku sebagai anggota. Namun, setelah kami koordinasikan dengan Sub Denpom, ternyata dia bukan anggota TNI,” ungkap Sugiyanto.

Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengaku telah melakukan aksi pencurian motor sebanyak 10 kali di berbagai kecamatan di Jember. Modusnya, DP selalu menggunakan atribut TNI agar tidak dicurigai.

“Pelaku memang sering menyamar sebagai anggota TNI dalam menjalankan aksinya. Kemungkinan agar lebih mudah mengelabui korban dan menghindari kecurigaan warga,” jelasnya.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Polsek Gumukmas untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor lainnya.

Sugiyanto mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan atau pencurian dengan menyamar sebagai aparat. Jika menemukan hal mencurigakan, warga diminta segera melapor ke polisi.