JEMBER – Penunjukan Pelaksana Tugas Direktur PDP Kahyangan dan PDAM Jember resmi dilakukan. Kebijakan tersebut berada penuh di tangan Bupati Jember sebagai pemegang kekuasaan modal BUMD.
Langkah penyegaran kepemimpinan ini diharapkan mampu memacu kinerja dua perusahaan daerah agar lebih profesional serta berdampak langsung pada pembangunan ekonomi Kabupaten Jember.
Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, menilai penunjukan PLT menjadi momentum penting untuk menata ulang manajemen dan arah bisnis PDP maupun PDAM.
“Dengan adanya PLT, kinerja kedua BUMD ini diharapkan lebih terukur dan mampu memberi kontribusi positif bagi Pemkab Jember,” kata David, Rabu (7/1).
Ia menambahkan, kemandirian perusahaan daerah harus menjadi tujuan utama agar tidak terus bergantung pada suntikan anggaran pemerintah daerah.
“Terutama bagaimana PDP dan PDAM bisa didorong lebih mandiri serta punya perencanaan usaha yang jelas,” ujarnya.
Saat ini, PDP Kahyangan dan PDAM Jember belum dibebani target Pendapatan Asli Daerah secara khusus, namun masa transisi dinilai krusial untuk persiapan pimpinan definitif.
“PLT ini harus dimanfaatkan untuk menyiapkan direktur definitif yang berkomitmen mengembangkan usaha,” kata politisi Partai NasDem tersebut.
Komisi C juga menyoroti kinerja PDAM yang masih berkutat pada persoalan pelayanan, termasuk keluhan pelanggan, meski tetap mendapat sejumlah apresiasi.
Sementara PDP Kahyangan dinilai memiliki peluang pengembangan lebih luas melalui skema yang telah dimasukkan dalam RPJMD Kabupaten Jember.
“Di RPJMD, PDP kami dorong punya unit bisnis lain, mulai pariwisata, tanaman nonperkebunan, hingga potensi pertambangan,” ungkap David.
Dalam waktu dekat, DPRD Jember berencana memanggil para PLT Direktur untuk membahas konsep pengembangan usaha dan arah bisnis jangka panjang.
“Kami berharap PDP dan PDAM tidak sekadar rutinitas, tapi benar-benar menjadi kebanggaan Jember dan menyerap tenaga kerja,” pungkasnya.