JEMBER – Bacalon Petahana Pilkada Jember Hendy Siswanto melakukan silaturahmi Ke DPD Partai Golkar. Kedatangan Hendy itu untuk memenuhi undangan dari DPD Golkar Jember.
“Pastinya suatu kerhormatan saya bisa hadir ke partai sebesar golkar, apalagi golkar adalah partai senior ini pengalaman di politik sangat luar biasa,” kata Hendy saat dikonfirmasi awakmedia, (02/05/2024).
Hendy menjelaskan bahwa partai Golkar merupakan partai gemuk dengan yang sudah malang melintang di dunia politik, apalagi di era Presiden Soeharto. “Jadi hampir semua masyrakat tahu sepak terjang partai Golkar ini,” imbuhnya.
Saat pertemuan dengan kader Golkar Hendy mengaku pihaknya melakukan sharing dan memaparkan capaian selama memipin Kabupaten Jember. Hal itu bermaksud untuk menyerap keluhan masyrakat.
“Jadi kita sharing lah dengan kader partai, itu menarik karena ada saran dan kritik itu jadi cambuk agar bisa lebih baik. Dan itu wajar jika sebagai manusia biasa ada saja kurangnya saat memimpin tapi kami tampung semua kok,” terangnya.
Pihaknya juga mengatakan, keterbukaan pelaksanaan program pembangunan yang dilakukan Pemkab Jember tersebut sengaja di paparkan kepada kader Partai Golkar. Agar partai ini memberikan rekomendasi di Pilkada 2024.
“Agar kami dipercaya lagi olah Partai Golkar, silahkan cek langsung karena kami masih bekerja saat ini sebagai Bupati Jember,” ucap Hendy.
Hendy mengaku memang beberapa Pejabat Pemkab Jember juga dilaporkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Kata dia, hal itu bagus sebagai bentuk kritik.
“Tidak papa kami dilaporkan, itukan bagus untuk perbaikan ke depan. Penting seluruh OPD Pemkab Jember bekerja sesuai regulasi,” jlentrehnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Karimullah Dahruljiadi mengaku telah mendengar seluruh visi-misi Bupati Hendy sebagai Calon Petahana di Pilkada 2024.
“Tentu materi itu akan kami diskusikan bersama, untuk rekomendasi dari DPD partai tingkat kebupaten, provinsi hingga DPP,” tanggapnya.
Mengingat, Karimullah mengaku telah diusung Partai Golkar sebagai Calon Bupati Jember 2024 melalui Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda). Sehingga jika ada perombakan perlu ada mekanisme khusus.
“Meminta saya sebagai Calon Bupati. Jadi perubahan atas rekomendasi mengusung Calon Bupati atau Wakil Bupati, atau tidak sama sekali mengusung kader. Harus ditetapkan melalui rapat kerja partai politik,” ucap pria yang akrab disapa Haji Karim ini.
Haji Karim mengaku memaklumi dengan masa jabatan yang kurang dari lima tahun, tentu semua visi-misi saat Pilkada 2020 silam tidak akan terwujud semua.
“Dan harusnya ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, agar tidak memunculkan persepsi yang memojokkan seseorang. Pasangan Partai Golkar bukan bisa mengalahkan siapa (di Pilkada 2024), tetapi berbuat apa untuk Jember lebih baik,” tuturnya.