Pengasuh Ponpes Al-Mashduqiah Tekankan Pentingnya LPJ dalam Organisasi

Pengasuh Ponpes Al-Mashduqiah Dr. KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A., (Foto: Istimewa)
Pengasuh Ponpes Al-Mashduqiah Dr. KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A., (Foto: Istimewa)

PROBOLINGGO – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mashduqiah menyelenggarakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pada Rabu (4/12/2024) di auditorium pondok pesantren. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan organisasi yang bertujuan mengevaluasi kinerja kepengurusan.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pengasuh Ponpes, Dr. KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A., didampingi Nyai Hj. Zulfa Badri, S.Pd.I., serta diikuti oleh para guru pengajar dan seluruh santri.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. LPJ menjadi momen penting dalam mengevaluasi capaian serta kekurangan kinerja selama periode kepengurusan yang telah berjalan.

Dalam sambutannya, Dr. KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A., menegaskan bahwa LPJ memiliki peran penting dalam sebuah organisasi.

Ia menekankan pentingnya evaluasi untuk memastikan peningkatan kinerja pada kepengurusan berikutnya.

“LPJ adalah bukti tanggung jawab kepengurusan. Dengan evaluasi ini, kita bisa mengetahui kekurangan dan memperbaikinya demi keberlanjutan organisasi yang lebih baik,” ujarnya di hadapan para santri.

Laporan pertanggungjawaban disampaikan oleh Ketua ISMAH (Ikatan Santri Mashduqiah), dan Ketua ISWAH (Ikatan Santri Wanita Mashduqiah), serta Presiden Koordinator Gerakan Pramuka. Seluruh santri tampak antusias menyimak setiap laporan yang disampaikan.

Ketua ISMAH, M. Jefri Maulana, mengungkapkan rasa syukurnya atas pengalaman yang diperoleh selama menjabat.

Menurutnya, kepemimpinan dalam organisasi menjadi pelajaran berharga dalam memahami arti tanggung jawab.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Pengalaman ini sangat berharga dan tidak akan terlupakan. Saya juga memohon maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinan,” ujar Jefri dalam laporannya.

Sementara itu, Nyai Hj. Zulfa Badri, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan LPJ bukan sekadar formalitas, melainkan sarana pembelajaran karakter bagi para santri. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai positif dan semangat kontribusi.

“Jabatan bukanlah akhir dari semangat untuk berkontribusi. Santri harus tetap menjadi teladan di mana pun berada. Pengalaman berorganisasi ini akan menjadi bekal penting untuk masa depan kalian,” jelas Nyai Zulfa.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa LPJ terbuka merupakan bentuk transparansi dan komitmen Ponpes Al-Mashduqiah dalam membentuk pribadi santri yang bertanggung jawab, disiplin, dan siap berperan di masyarakat.

“Kami berharap pengurus baru dapat melanjutkan tradisi baik ini serta membawa organisasi menuju capaian yang lebih gemilang,” pungkasnya.

Pewarta : Abdus Syakur
Editor     : Sugeng Prayitno