Dari kesaksian beberapa orang sumber yang mengaku pernah terkena ilmu Lintrik, kekuatan pengaruh ilmu Lintrik umumnya akan setara dengan permasalahan yang dihadapi si pengguna, yang meminta bantuan Dukun Lintrik untuk menggarapnya.
“Misalnya orang yang kehilangan barang dan sangat susah mencarinya. Biasanya mereka akan langsung datang dan meminta bantuan Dukun Lintrik untuk melacaknya. Hal seperti ini sudah sangat umum didaerah sini,” ungkap SN, yang tinggal di pinggiran Kota Banyuwangi.
Sebagaimana diketahui khalayak umum, daerah atau kawasan di sekitar tempat tinggal SN ini juga dikenal sebagai salah satu ‘kantong’ masyarakat dari etnis Osing. Selain itu, kawasan kelurahan yang berada disisi sebelah barat Kota Banyuwangi itu juga sudah sangat dikenal dengan keberadaan para Dukun Lintriknya. Tidak hanya satu atau dua orang saja. Maka dari itu, hal-hal yang terkait dengan dunia per-lintrikan sudah lumrah menjadi pembicaraan umum di daerah tersebut.
“Menurut saya, ilmu Lintrik itu sudah sangat umum dan banyak digunakan oleh Masyarakat. Khususnya yang punya permasalahan tetapi sulit dipecahkan. Kadang ya tentang masalah tagih-menagih hutang, mencari barang yang hilang, dan sebagainya. Semua pakai Lintrik. Dan jujugannya ya si Tukang Lintrik atau Dukun Lintrik itu,” kata SN menandaskan. (selesai)