Pemkab Jember Mulai Bangun Sumur Bor di 9 Titik untuk Atasi Kekeringan

sumur-bor
sumur-bor

JEMBER – Untuk mengatasi masalah kekeringan, Pemkab Jember mulai membangun sumur bor di sembilan titik. Pembangunan ini berdasarkan usulan dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jember 2023.

Kepala Bidang Prasarana Dinas Perumahan Rakyat, Riski Nur Wijaya, menjelaskan sembilan titik lokasi pembangunan tersebar di beberapa kecamatan. “Ada di Tanggul, Sumberbaru, dan Kalisat,” katanya.

Menurut Riski, beberapa titik pembangunan sumur bor antara lain berada di Desa Darungan (Tanggul), Sumberagung, Gelang, Rowotengah (Sumberbaru), Glagahwero, dan Plalangan (Kalisat).

“Proses pembangunan melalui mekanisme penunjukan langsung (PL) karena anggaran di bawah Rp 1 miliar,” ungkapnya. Tiap titik memiliki anggaran sekitar Rp 200 juta.

Dia menambahkan, total anggaran untuk sembilan titik pembangunan tersebut sekitar Rp 1,8 miliar. “Kita upayakan sesuai perencanaan yang ada,” katanya.

Pembangunan sumur bor saat ini masih berlangsung. Namun, ada tantangan yang dihadapi dalam proses pencarian sumber air.

“Terkadang setelah di bor, airnya tidak keluar. Itu jadi salah satu kendala di lapangan,” jelas Riski. Meski begitu, pihaknya terus berupaya mencari solusi terbaik.

Selain kendala teknis, waktu pengerjaan juga kadang terhambat. “Kadang butuh waktu lebih lama untuk menemukan sumber air yang tepat,” tambahnya.

Pemkab Jember berharap pembangunan sumur bor ini bisa segera selesai. “Kami ingin agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya sesegera mungkin,” kata Riski.

Sumur bor ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk kebutuhan air di wilayah-wilayah terdampak kekeringan.