JEMBER – Polres Jember terus mengusut kasus pembunuhan seorang anak terhadap ayah kandungnya yang terjadi di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember.
Kapolres Jember, AKBP Bayu Gubunagi, menyebutkan bahwa pelaku, AK (18), saat ini tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Dokter Soebandi Jember.
“AK mengalami luka sayatan di leher yang mengenai saluran pernapasan sehingga harus dioperasi,” ungkap Bayu.
Hingga saat ini, polisi belum dapat meminta keterangan dari AK karena kondisinya yang belum memungkinkan.
“Kami masih menunggu pelaku pulih untuk mengetahui motif di balik pembunuhan ini,” tambah Bayu.
Bayu mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, AK sering menunjukkan tanda-tanda depresi berat dan paranoia. Pelaku berulang kali mengatakan bahwa hidupnya selalu dipantau oleh hacker.
“AK merasa gerak-geriknya diawasi oleh hacker, mulai dari mandi, makan, hingga tidur. Hal ini membuatnya hidup dalam ketakutan,” ujar Bayu.
Paranoia tersebut juga membuat AK sering mengurung diri di kamar selama berhari-hari.
“Meski begitu, kamarnya tetap bersih dan tertata rapi, menunjukkan sisi kepribadiannya yang unik,” tambah Bayu.
Polisi kini mengamankan handphone milik AK sebagai barang bukti untuk membantu mengungkap motifnya.
“Kami percaya, melalui handphone ini, kami bisa mendapatkan informasi penting terkait kebiasaan pelaku,” jelas Bayu.
Menurut Bayu, pihaknya masih kesulitan mengakses handphone tersebut karena dilindungi oleh kata sandi.
“Kami belum mendapatkan akses karena pelaku belum mau memberikan kata sandi,” ujar Bayu.
Lebih lanjut, Bayu menyebutkan bahwa AK hanya bersedia berbicara kepada salah satu kerabatnya.
“Kami mencoba memanfaatkan kerabatnya untuk membantu menggali informasi lebih lanjut,” ungkapnya.
Selain itu, Polres Jember berencana membawa AK ke psikiater guna memeriksa kondisi kejiwaannya.
“Pemeriksaan kejiwaan ini penting untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” kata Bayu.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (27/1) dini hari, ketika AK memenggal kepala ayah kandungnya dan membawa kepala tersebut berkeliling desa. Setelah itu, AK melukai dirinya sendiri dengan golok.
Dalam insiden tersebut, seorang warga juga mengalami luka akibat terkena sabetan golok AK. Saat ini, warga tersebut dilaporkan sudah mendapatkan perawatan medis.